PRESIDEN SEDIAKAN RP 800 JUTA UNTUK ATASI HAMA SUNDEP

PRESIDEN SEDIAKAN RP 800 JUTA UNTUK ATASI HAMA SUNDEP

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto, hari Kamis, menyetujui pemberian dana bantuan Rp 800 juta kepada para petani untuk menanggulangi hama sundep atau penggerek batang yang telah merusak puluhan ribu hektar tanaman padi di beberapa daerah belakangan ini.

Menteri Pertanian Wardoyo dalam keterangannya kepada wartawan seusai diterima Kepala Negara di Bina Graha, Jakarta, menjelaskan bahwa Bantuan Presiden (Banpres) tersebut antara lain akan digunakan untuk usaha persemaian areal yang rusak, di samping untuk membiayai gerakan pembasmian hama sundep.

Dikatakannya bahwa pembasmian itu akan dilakukan menggunakan pestisida butiran, selain dengan cara mengumpulkan kelompok telur sundep yang melekat di daun.

Menurut Wardoyo, area tanaman padi yang rusak akibat serangan hama sundep di beberapa daerah mencapai 70.000 hektar, 62.000 hektar di antaranya berada di Jawa Barat.

Dari seluruh area yang rusak di Jabar itu, 13.800 hektar di antaranya mengalami puso, 11.700 hektar rusak berat, 17.600 hektar rusak sedang dan sekitar 18.000 hektar rusak ringan.

Ketika ditanya tentang nilai kerugian setara beras akibat serangan hama itu, Menteri mengatakan bahwa kerugian tersebut kurang lebih mencapai 123.000 ton beras.

Nilai kerugian itu didasarkan perhitungan setiap hektar area yang puso seharusnya menghasilkan tiga ton dan setiap hektar areal yang rusak berat sampai ringan menghasilkan sekitar 1,5 ton beras.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa serangan hama itu hanya mempengaruhi sedikit produksi beras nasional, khususnya produksi di Jabar.

Dijelaskannya pula bahwa serangan hama tersebut bisa terjadi karena kurangnya kewaspadaan petani, di samping adanya pestisida palsu yang kini terus diberantas.

“Hama penggerek batang sebenarnya memang bukan hama baru bagi kita, oleh karena itu ketika pertama kali muncul respons petani pun kurang tinggi,” katanya.

Pemerintah, tegasnya, akan membantu petani yang mengalami puso agar dapat melanjutkan usaha mereka.

 

 

Sumber : ANTARA (29/03/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 280-282.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.