Des 262016
 

PRESIDEN SEDIAKAN RP 223,6 JUTA UTK BANGUN JALAN DI NUSA TENGGARA [1]

 

Jakarta, Indonesia Raya

Presiden Soeharto telah menyediakan dana sebesar RP. 223,000.000 untuk dibelikan suatu pembangunan jalan bagi daerah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dana yang berasal dari dana tata niaga itu akan dibelikan 18 buah mesin giling, 18 mesin pemecah batu dan 18 buah truk untuk dibagi-bagikan kepada 18 kabupaten di Nusa Tenggara Barat dan Timur (12 di NTT dan 5 di NTB).

Hal ini dijelaskan Presiden Soeharto di kamar kerjanya di Bina Graha kemarin kepada gubernur NTB Waskita Kusuma dan gubernur NTT El Tari yang didampingi oleh Panglima Kodam Udayana Brig.Jen Yogi Supardi.

Presiden mengatakan, pembelian alat2 bangunan itu akan diusahakan melalui PN. Bharata di Surabaya. Harga masing2 alat pembuat jalan itu ialah mesin giling Rp 5 juta, pemecah batu Rp 4 juta dan truk Rp 2,677 juta.

Dikatakan pengiriman alat2 itu akan dilakukan bulan Juni yang akan datang, waktu laut di daerah Indonesia Timur agak tenang.

Presiden menjelaskan pengangkutan alat2 itu akan diusahakan oleh kerjasama direktorat jenderal perhubungan laut dengan Angkatan laut.

Angkatan laut akan mengerahkan LST2-nya untuk dapat langsung ke kabupaten2 kata Presiden. Pembangunan jalan2 di Nusa Tenggara pertama-tama hanya dikeraskan saja tidak perlu memakai aspal.

Gubernur El Tari menjelaskan jalan negara di daerahnya sepanjang 1.227 km yang harus diaspal, jalan propinsi 2.000 km dan jalan kabupaten 3.000 km.

Presiden Soeharto membenarkan bahwa kegiatan BUUD juga ditrapkan dalam bidang peternakan khususnya di daerah NTT yang memiliki banyak ternak.

Dikatakan BUUD dan koperasi desa nanti akan merupakan kegiatan ekonomi Indonesia. Di desa2 BUUD akan memotong kegiatan tengkulak2 dengan memberikan pinjaman2 dengan bunga yang amat kecil tidak sampai memberatkan petani2, kata Presiden. (DTS)

Sumber: INDONESIA RAYA (15/05/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 204-205.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: