Mar 312017
 

PRESIDEN SARANKAN PEJABAT GUBERNUR SULUT UNTUK BERTEMU MUKA DENGAN MASYARAKAT SULUT

Presiden Soeharto menyarankan kepada pejabat Gubernur/KDH Sulut Erman Harirustaman untuk bertemu-muka dengan masyarakat Sulut di Jakarta dan Ujungpandang untuk memberikan informasi mengenai situasi yang sebenarnya di daerah itu.

"Ini perlu dilakukan, kata Erman Harirustaman selesai menemui Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta, hari Kamis, "agar masyarakat Sulut di kedua kota itu ikut mengetahui, bertanggung-jawab dan berpartisipasi sehingga segala sesuatunya, baik yang menyangkut kehidupan sosial maupun pembangunan, berjalan Iancar.

Pejabat Gubernur Erman Harirustaman melaporkan kepada Presiden mengenai telah mulainya dia memangku jabatan yang baru. Dia bertugas untuk membina stabilitas di daerah itu, memelihara kelancaran jalannya roda pemerintahan dan kelancaran jalannya pembangunan dan mempersiapkan gubernur yang definitif nantinya.

Presiden meminta kepada pejabat gubernur Sulut itu agar melaksanakan segala sesuatunya dengan penuh kebijaksanaan dan kewaspadaan sehingga dapat dicegah timbulnya gejolak dan keresahan di daerah yang dipimpinnya.

Mengenai pembinaan stabilitas daerah Erman mengatakan bahwa meskipun dilakukan serentak dengan usaha menjaga kelancaran pembangunan dan pemerintahan, tapi telah diawali dengan ajakan kepada pejabat-pejabat pemerintah daerah agar menyadari fungsi dan posisinya sebagai aparat pemerintah sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

Dengan demikian para pejabat ini diajak untuk lebih mampu dan percaya pada diri sendiri dan mempunyai harga diri sehingga tidak terpengaruh oleh gejolak dan apa yang dinamakan keresahan yang sengaja dilontarkan.

Erman menyatakan keyakinannya bahwa sebenarnya keresahan itu sebenarnya tidak ada dalam masyarakat di Sulawesi Utara.

la mengakui adanya ketidak-stabilan dijajaran pemerintahan daerah Sulut oleh karena masa transisi, tapi dalam waktu singkat keadaan itu dapat segera diatasi.

Dalam menjaga kelancaran roda pemerintahan dan pembangunan, pejabat Gubernur Sulut itu akan berusaha mengejar ketertinggalan dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya dalam tahun pertama Pelita III ini.

Ketertinggalan itu misalnya dalam hal reboisasi yang seharusnya sudah dilaksanakan Oktober yang lalu, baru dapat dilaksanakan akhir Nopember atau awal Desember yang akan datang.

Demikian pula ketertinggalan dibidang intensifikasi pertanian juga perlu dikejar. Erman menjelaskan pula bahwa rapat kerja dengan para bupati/kepala daerah telah pula diselenggarakan 5 Nopember yang lalu sebagai tindak lanjut rapat gubemur beberapa waktu yang lalu.

Dalam rapat ketja dengan para bupati itu telah diberikan pengarahan mengenai masalah pertanahan, pelaksanaan Kepres No.14 dan masalah lingkungan hidup.

Sukseskan Sidang Raya DGI

Presiden meminta pula agar pejabat Gubernur Sulut semaksimal mungkin membantu mensukseskan penyelenggaraan sidang raya Dewan Gereja Indonesia (DGI) seluruh Indonesia di Tomohon Juli 1980.

Proyek ini merupakan proyek nasional yang agak besar. Oleh karena itu Presiden meminta agar Pemda tingkat I Sulut membantu sidang raya DGI itu semaksimal mungkin.

Pemda Sulut berkewajiban mensukseskan sidang raya DGI ini mengingat di Sulut pernah pula diselenggarakan MTQ tingkat nasional dengan berhasil, demikian Erman Harirustaman. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (9/10/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 512-514.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: