Agu 182017
 

PRESIDEN RI TTG KEPUTUSAN SIDANG IGGI KE 30

 

 

Presiden Soeharto mengatakan, keputusan sidang IGGI di Den Haag untuk memberikan lagi pinjaman lunak kepada Indonesia merupakan kepercayaan negara negara anggota IGGI itu kepada negeri ini untuk melanjutkan pembangunannya.

Hal itu dikemukakan Presiden ketika menanggapi laporan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Dr. J.B. Sumarlin mengenai hasil sidang IGGI di kediaman Jl. Cendana Jakarta.

Sidang IGGI ke-30 yang berlangsung di Den Haag Belanda memutuskan untuk memberikan pinjaman lunak kepada Indonesia sebesar 3.161 miliar dolar AS.

Ketika menerima laporan sidang IGGI itu, Presiden berkata, “Kita mengalami kesulitan dalam pembangunan dan telah mengadakan langkah-langkah untuk mengatasinya sejak beberapa tahun lalu dan langkah Iangkah ini tampaknya memberikan kepercayaan kepada dunia luar dan badan internasional.” Menteri Sumarlin menolak anggapan yang mengatakan bahwa pinjaman IGGI yang baru ini sebagai upaya “gali lobang-tutup lobang.”

Pinjaman baru ini akan digunakan untuk pembiayaan proyek proyek yang mendapat prioritas misalnya proyek air bersih di beberapa daerah, pengendalian banjir, rehabilitasi irigasi, jalan, serta proyek proyek pertanian, perkebunan dan pertambakan, pengembangan pelabuhan, industri kecil-menengah maupun proyek rumah sakit.

Ia menegaskan, meskipun jumlah bantuan IGGI yang diberikan kepada Indonesia kali ini melebihi dari yang diperkirakan semula, namun pemerintah tetap membatasi penggunaaan bantuan ini untuk benar benar proyek proyek prioritas.

Pinjaman IGGI tahun lalu 2,4 miliar dolar AS Ketua Bappenas menjelaskan,ada perbedaan dalam pinjaman baru IGGI kali ini, karena semua peserta sidang IGGI menyatakan bersedia menggunakan sebagian dari bantuannya untuk biaya lokal (local cost).

Selain itu beberapa negara seperti Jepang, Belanda dan Jerman menyatakan kesediaan agar sebagian dari bantuan mereka itu digunakan untuk bantuan program.

Menteri menegaskan, pinjaman baru ini dapat menutup segala pembiayaan proyek pembangunan seperti yang dicantumkan dalam APBN 1987/1988.

Negara negara anggota IGGI yang memberikan bantuan kepada Indonesia itu ialah Jepang 606,8 juta dolar, Jerbar 72,9 juta dolar AS, Kanada 31,8 juta dolar, Amerika Serikat 190 juta dolar, Inggeris 179,7 juta dolar, Australia 27,9 juta dolar, Perancis 190 juta dolar AS, Belanda 112,9 juta dolar, Austria 7,7 juta dolar, Italia 30 juta dolar, Spanyol 18 juta dolar, Swiss 11,5 juta dolar, Finlandia 1,6 juta dolar AS. Jumlah seluruhnya 1.480,8 juta dolar.

Bantuan dari badan badan internasional adalah dari Bank Dunia 1.100 juta dolar AS, ADB 500 juta dolar, UNDP, WFP dan UNFPA 39,9 juta dolar AS, EEC 17 juta dolar, Unicef 13,4 juta dolar dan IFAD 10 juta dolar AS. Jumlah seluruh bantuan badan badan internasional ini 1.680,3 juta dolar AS. Tahun lalu 1.681 juta dolar AS.

Jumlah bantuan dari negara negara anggota IGGI dan bantuan badan badan internasional itu seluruhnya 3.161,1 juta dolar AS.

Beberapa negara seperti Belgia, Swedia, Norwegia, Denmark dan Selandia Baru bem mengemukakan jumlah bantuannya. (RAS)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (19/06/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 146-147.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: