Agu 302017
 

PRESIDEN RI PM SINGAPURA LEE BERINGIN BATAM

 

Presiden Soeharto dan PM Lee Kuan Yew Minggu pagi menanam masing-masing sebatang pohon beringin (ficus benyamia) di International Plaza, Batam Center, sebagai lambang persahabatan bangsa Indonesia dan Singapura serta tanda pembukaan investasi di Batam Center.

PM Lee Kuan Yew sebagai tamu dipersilakan menanam lebih dahulu di sebelah kanan dan kemudian Presiden Soeharto di sebelah kiri di plaza yang berbentuk lingkaran dan menghadap Teluk Tering.

Presiden Soeharto, yang menyukai pertanian tampak “luwes” mengayunkan cangkulnya waktu mengurug tanaman yang baru ditanamnya.

Dengan ucapan “Bismilah” Presiden Soeharto mulai mengayunkan cangkulnya dan menyirami tanaman baru itu dengan ucapan “Mudah-mudahan suburlah “.

Presiden Soeharto dan Ibu Tien masing-masing menyirami tanaman itu dengan air tiga gayung.

“Mudah-mudahan kedua pohon ini akan hidup selama 1.000 tahun” kata Menristek/Ketua Otorita Batam, Prof DR B.J. Habibie setelah kedua Kepala Pemerintahan menanam kedua pohon beringin itu Habibie dalam laporannya kepada Presiden Soeharto dan PM Lee mengatakan, penanaman kedua pohon beringin itu menandai dimulainya pembukaan investasi di Batam Center yang dirancang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, pemukiman dan rekreasi di Pulau Batam.

Berbagai kelompok pengusaha dalam dan luar negeri antara lain dari Singapura, Arab Saudi, Jepang dan ltalia telah menyatakan minatnya untuk melakukan investasi di Batam Center.

Mereka yang mewakili bidang perhotelan, real estate, industri, rumah sakit dan usaha perkantoran itu telah melakukan peninjauan di tempat.

Permohonan investasi beberapa penanam modal dalam negeri sedang diproses, kata Habibie.

Sesuai dengan perencanaan, kawasan itu akan dibuka untuk investasi pada tgl 1 Januari 1988 sebagai tonggak sejarah lebih lanjut pembangunan Pulau Batam, yang terletak 20 KM sebelah tenggara Singapura.

Menurut slide yang dipertontonkan kepada Presiden Soeharto dan PM Lee, Batam Center akan menjadi sebuah wilayah yang dibangun lengkap dengan fasilitas modern seperti kota-kota di negeri maju.

Tapi kedua batang pohon beringin dan sebuah alun-alun yang akan dibangun di wilayah itu akan menunjukkan ciri kota dengan latar belakang kebudayaan Indonesia, berbeda dengan kota-kota modern di luar negeri.

PM Lee Kuan Yew yang berpakaian sederhana, celana warna abu-abu dan baju lengan pendek warna biru laut, tiba dengan pesawat terbang Skyvan Angkatan Udara Singapura.

Ia mengucapkan “selamat pagi” kepada Presiden dan Ibu Tien Soeharto.

(RA)

 

 

Pulau Batam, Antara

Sumber : ANTARA (29/11/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 314-315.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: