PRESIDEN RI PADA PENYERAHAN DIP DI DAERAH

PRESIDEN RI PADA PENYERAHAN DIP DI DAERAH

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menilai, kreativitas dan kegairahan masyarakat dalam membangun merupakan jalan ke luar sebaik-baiknya dalam menghadapi keterbatasan dana yang dirasakan kini. Penilaian Presiden itu dikemukakan dalam amanat tertulis yang dibacakan serentak oleh para menteri di daerah-daerah (propinsi), hari Rabu, pada upacara penyerahan Daftar Isian Proyek (DIP) kepada Gubernur Kepala Daerah di tiap propinsi.

Presiden juga minta agar penyerahan DIP itu segera disebarluaskan kepada masyarakat, supaya mereka tahu kegiatan pembangunan apa yang akan berlangsung di daerahnya dan mengetahui peranan serta kesempatan apa yang terbuka bagi mereka untuk ambil bagian dalam pembangunan tersebut.

Sebagaimana tahun-tahun lalu, Presiden mengharapkan penyerahan DIP itu hendaknya menjadi momentum untuk menggairahkan dan menyegarkan semangat pembangunan di daerah-daerah.

Dalam amanatnya itu Presiden minta kepada semua pihak agar mengembangkan dan melaksanakan cara-cara yang lebih baik dalam pembangunan, di samping tanggung jawab yang makin besar.

Rasa tanggung jawab itu, menurut Presiden, antara lain mengharuskan bangsa Indonesia mencapai efisiensi setinggi-tingginya, mencapai produktivitas sebesar­ besarnya dan mengembangkan kreativitas seluas-luasnya.

Dijelaskan, membangun.dengan cara makin efisien dan produktif berarti dengan dana pembangunan yang menciut akan dicapai hasil yang tidak perlu menciut sebesar penciutan dana.

Efisiensi dan produktivitas merupakan gerakan nasional yang harus terus-menerus dihidup-hidupkan, tidak hanya dalam keadaan sulit seperti sekarang tapijuga dalam rangka pembangunan masyarakat modem di tengah perkembangan ekonorni dunia, yang ditandai dengan efisiensi serta produktivitas tinggi.

Lebih jauh Presiden mengemukakan, mengembangkan kreativitas dalam masyarakat luas merupakan bagian penting demokrasi ekonomi yang harus menjadi nafas pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Dengan mengembangkan kekuatan-kekuatan kreatif yang ada di masyarakat, maka semua sumber kekuatan dan dana di masyarakat akan bangkit ikut memberi sumbangan bagi kelanjutan pembangunan.

“Dengan kata lain, mengembangkan kreativitas masyarakat berarti melibatkan seluruh lapisan, golongan dan generasi bangsa secara total dalam pembangu nan,” tegas Presiden.

Memasuki Repelita IV ini Indonesia menghadapi ujian dan tantangan berat dan dari tahun ke tahun tantangan itu bukan bertambah ringan, melainkan bertarnbah sulit, kata Kepala Negara.

Namun, lanjutnya, semua itu tidak akan menggoyahkan tekad bangsa Indonesia untuk meneruskan pembangunan, sesuai dengan strategi jangka panjang 25 tahun pertama, yaitu agar dalam kurun waktu itu Indonesia mampu meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya masyarakat Pancasila yang dicita-citakan. (LS) (T.A05/1100!RBI/87-03-25-12:28)

 

 

Sumber: ANTARA (25/03/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 414-415.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.