Agu 222017
 

PRESIDEN RI PADA MUNAS VI PERRIP DI TMII

 

 

Presiden Soeharto hari Rabu mengatakan, bangsa Indonesia perlu terus memperbaharui semangat sebagai bangsa pejuang agar berhasil melampaui tahapan pembangunan yang menentukan di tahun-tahun mendatang.

‘Tradisi sebagai bangsa pejuang inilah yang harus terus kita hidup-hidupkan dalam menghadapi tantangan dan ujian pembangunan yang terbentang di hadapan kita,” katanya dalam pertemuan silaturahmi dengan para peserta Munas VI Persatuan Isteri Purnawirawan ABRI (Perip) di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Ia juga mengatakan, dalam menghadapi segala ujian dan cobaan atau dalam mewujudkan cita-cita besar, maka kekuatan bangsa Indonesia yang paling penting ialah persatuan dan kesatuan serta semangat perjuangan dan pengabdian.

Dalam kaitan dengan Sidang Umum MPR mendatang, menurut Presiden, yang tidak kalah penting adalah pelaksanaan semua keputusan yang akan diambil MPR.

Untuk itu Presiden mengimbau semua kekuatan dan lapisan masyarakat agar menyusun program-program kerja nyata dalam memikul tanggungjawab bersama melaksanakan kehendak rakyat yang diungkapkan dalam GBHN 1988.

“Perip tidak boleh tertinggal dalam ikut melaksanakan GBHN nanti,” ujar Presiden.

Ia mengingatkan, dalam memberikan sumbangan kepada suksesnya pembangunan, tidak berarti harus mengerjakan proyek-proyek besar.

Mungkin saja sesuatu golongan dan kelompok dalam masyarakat hanya mampu mengerjakan hal-hal kecil. Namun apabila seluruh lapisan, golongan dan kelompok dalam masyarakat ikut membangun sesuai kemampuan masing-masing, maka semua itu akan merupakan sumbangan besar bagi pembangunan, demikian Presiden.

Musyawarah nasional ke-6 Perip dibuka oleh Ny. Umar Wirahadikusumah tanggal 24 Agustus lalu dan akan berlangsung hingga 27 Agustus.

Ketua Umum Perip, Ny. S. Soemario, dalam laporannya mengatakan bahwa Munas yang diikuti 332 orang dari pengurus pusat, pengurus daerah dan pengurus cabang itu bertugas menyempurnakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, menetapkan rencana kerja mendatang serta memilih pimpinan pusat yang baru.

Dalam kesempatan yang juga dihadiri Ibu Tien Soeharto di Sasana Adiguno TMII itu Ny. Soemario juga memaparkan berbagai kegiatan organisasi isteri para pensiunan ABRI itu antara lain di bidang pendidikan, kesejahteraan, usaha ekonomi dan koperasi.

Ia mengungkapkan, jumlah anggota Perip sekarang sekitar 250.000 orang tersebar di berbagai daerah. Acara silaturahmi yang berlangsung sederhana namun khidmat itu disemarakkan oleh paduan suara Perip yang membawakan lagu-lagu “Silver thread among the gold”, “Bila anggrek berbunga” dan “Kapan-kapan”. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (26/08/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 219-220.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: