PRESIDEN RI: DOKTER JANGAN KUMPUL DI JAKARTA

PRESIDEN RI: DOKTER JANGAN KUMPUL DI JAKARTA

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengharapkan para dokter tidak hanya berkumpul di Jakarta, tetapi bersedia bertugas di daerah-daerah khususnya daerah terpencil untuk melakukan tugas kemanusiaan melayani masyarakat.

Menteri Kesehatan Suwarjono Suryaningrat mengatakan hal itu kepada wartawan selesai diterima Presiden Soeharto di kediaman Jl. Cendana Jakarta, Senin. Menurut Menteri, dewasa ini sekitar 233 dokter yang baru lulus luntang­lantung di Jakarta tidak mau bertugas di daerah.

“Insyafkanlah mereka itu agar mau dikirim ke daerah-daerah yang masih sangat membutuhkan tenaga dokter,” ujar Presiden yang dikutip Menkes.

Ia mengatakan, ketentuan penempatan dokter selama tiga tahun di daerah untuk mengabdi kepada masyarakat (Inpres) tetap berlaku hingga sekarang. Setelah tiga tahun mengabdi barulah para dokter boleh mengambil spresialisasi.

Tetapi untuk bekerja di rumah sakit swasta harus mengabdi 15 tahun dulu kepada pemerintah. Ia mengatakan, Presiden menyarankan agar bagi Puskesmas-puskesmas yang melayani sampai 30.000 orang dapat diberikan tambahan seorang tenaga dokter lagi.

Ketika ditanya masalah klinik operasi, Menteri menegaskan, menurut ketentuan yang berlaku sebuah klinik tidak dibenarkan melakukan tindakan operasi (bedah) kepada pasien apalagi operasi yang menggunakan obat bius.

Tindakan operasi hanya dilakukan di rumah-rumah sakit, kata Menteri.

Masalah AIDS

Tentang penyakit AIDS yang kemungkinan dibawa oleh turis, Menteri mengatakan, masyarakat harus waspada. Pelayanan kepada wisatawan tetap diberikan, tetapi tidak termasuk pelayanan seks.

Karena penyakit AIDS itu dapat ditularkan melalui hubungan seks, bukan lewat jabat tangan dan minum air dari gelas penderita AIDS, ujarnya.

Kalau “kita harus memeriksa setiap turis yang masuk ke Indonesia maka yang rugi kita sendiri,” kata Menteri. Yang penting jangan melakukan hubungan seks. Menurut Menteri, selama ini belum ada laporan warga negara Indonesia yang terkena penyakit AIDS itu.

Susu Impor

Mengenai kemungkinan tercemarnya susu impor dari Eropa akibat peristiwa Chemobyl, menteri menegaskan sampai sekarang belum ada laporan mengenai unsur-unsur yang membahayakan dari susu impor tersebut.

Tentang jenis decolgen yang dilarang, menteri mengatakan bahwa secara rutin Departemen Kesehatan melakukan pengecekan terhadap obat-obat yang berada di pasaran. Kalau ada yang sampai menimbulkan masalah tentu diperhatikan, kata Menkes Suwarjono.

Sumber: ANTARA (27/04/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 698-699

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: