Nov 142017
 

PRESIDEN RI BANTU BIBIT COKLAT NTB 1987/88

Mataram, Antara

Presiden Soeharto tahun 1987/1988 memberikan bantuan dua juta bibit coklat bernilai Rp 175 juta kepada Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Perkebunan NTB Ir. Mahdan di Mataram hari Senin menjelaskan, bibit coklat tersebut akan ditanam pada areal seluas 1.060 hektar yang melibatkan 48 kelompok tani terdiri dari 1.440 kk di daerah ini.

Ke-1.060 hektar area itu tersebar di Kecamatan Bayan, Gangga dan Narmada, Kabupaten Lombok Barat seluas 200 hektar melibatkan 300 petani dengan bibit 250.000 batang.

Kemudian Kecamatan Kopang, Lombok Tengah seluas 100 hektar dengan 150 petani dan bibit yang dibutuhkan 125.000 batang.

Kemudian di Kecamatan Aikmel, Lombok Timur seluas 300 hektar dengan 350.000 batang bibit dan melibatkan 450 petani, Kecamatan Batu Lenteh dan Ropang, Sumbawa seluas 150 hektar dengan bibit 125.000 batang dan 150 petani.

Selanjutnya Kecamatan Kempo, Dompu seluas 300 hektar dengan bibit 375.000 batang dan jumlah petani 450 orang, serta Kecamatan Donggo dan Motan Bima seluas 60 bektar dengan 75.000 batang bibit dan 90 petani.

Mabdan menjelaskan, Bantuan Presiden ini terdiri dari dua tahap yakni tahap pertama tahun ini dilakukan persiapan seperti penanaman pohon pelindung tetap dan sementara seperti lamtoro, pengadan dan turi.

Akhir Desember 1987 akan dilakukan peninjauan lokasi ke seluruh area yang telah melakukan penanaman pohon pelindung, sehingga tahun 1988/1989 penanaman bibit dimulai.

Coklat dapat dipetik hasilnya setelah berumur 3-4 tabun dari mulai penanaman dengan produksi tahun pertama satu ton per hektar bernilai Rp 1,7 juta. Apabila tanaman ini berhasil diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para petani.

Bantuan bibit coklat itu dimaksudkan untuk mendukung perluasan area penanaman coklat guna menjadikan coklat sebagai komoditi perkebunan rakyat, sebingga memberi peranan yang lebih besar dalam meningkatkan pendapatan petani, ekspor migas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Selain itu mengadakan upaya jalan pintas dalam mempertahankan momentum pembangunan melalui bantuan terbatas, agar dapat memacu swadaya masyarakat untuk mempercepat pertumbuban wilayah.

Menjelang penanaman dimulai sebanyak 73 orang terdiri dari petani dan petugas lapangan akan melakukan studi perbandingan tentang penanaman coklat di Jember, Jawa Timur, selama empat hari, demikian Mabdan.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (23/11/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 862-863.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: