PRESIDEN RESMIKAN SANGGAR KARYA PENDERITA CACAD

PRESIDEN RESMIKAN SANGGAR KARYA PENDERITA CACAD [1]

Perusahaan2 Swasta Diharapkan Membantu Penderita Cacad

 

Jakarta, Suara karya

Presiden Soeharto mengharapkan agar masyarakat terutama perusahaan2 swasta untuk memberi perhatian yang bertambah besar kepada para penderita cacad, karena mereka itu sesungguhnya juga mempunyai kemampuan dan kemauan mengambil bagian dalam pembangunan.

Memberikan sambutan ketika meresmikan Sanggar Karya Industri penderita cacad “Swa Presiden Purna”, Cempaka Putih, hari Jum’ at, Presiden mengatakan bahwa asas yang penting dalam pembangunan adalah kesediaan yang kuat untuk membantu yang lemah bukan untuk membuat yang lemah selamanya merasa tergantung kepada yang kuat akan tetapi sebagai usaha agar yang lemah menjadi lebih kuat.

Hal2 Khusus

Presiden Soeharto menyatakan merasakan dua hal khusus ketika meresmikan Sanggar tersebut yakni, bahwa proyek tersebut diselesaikan oleh organisasi wanita dan juga merupakan pemberian lapangan kerja bagi para penderita cacad jasmani.

Dengan diselesaikannya proyek tersebut oleh organisasi wanita berarti telah dapat ditunjukkan bahwa kaum wanitapun mampu menyediakan masalah2 tidak kecil. Tanpa ikut sertakan kaum wanita, dalam pembangunan, mustahil pembangunan nasional kita akan dapat berjalan lebih cepat.

Tentu saja demikian Kepala Negara keikutsertaan kaum wanita dalam, pembangunan tidak harus selalu berarti berhasilnya membangun proyek2 fisik, pabrik2 atau usaha seperti Sanggar yang kemarin diresmikan tersebut.

“Banyak segi2 lain daripada pembangunan bangsa kita yang dapat atau malahan lebih tepat jika dikerjakan oleh kaum wanita”, terutama yang menyangkut pembangunan kejiwaan.

Dikatakan pula bahwa pemberian lapangan kerja kepada para penderita cacad di sanggar dulu atau berarti ketrampilan dan kecakapan tertentu yang menjadi syarat diterimanya para penderita cacad bekerja di sanggar, sesungguhnya mengandung arti pembinaan manual yang dalam. Dengan syarat2 itu para penderita cacad malah akan merasa marnpu bekerja dengan hasil yang baik, demikian Presiden.

Terhenti sejenak, Beberapa saat sebelumya, Nyonya Tien Soeharto sebagai Ketua Yayasan Harapan Kita telah membuat laporan mengenai proyek. Ditekadkan bahwa cacad badan tidak selalu berarti manusia tidak dapat bekerja juga sama sekali tidak bekerja juga sama sekali tidak dan tidak boleh berarti hilangnya harga diri dan kepercayaan pada harga diri sendiri.

Dalam menyelesaikan proyek yangjuga menyangkut usaha untuk mewujudkan atas kemanusiaan. Nyonya Tien menyampaikan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada para dermawan yang telah menyumbang secara tulus.

Selesai mengucapkan kalimat itu dari mata Ibu Tien mengalir sejumlah tetes air mata. Kalimat berikutnya barn berlangsung setelah terhenti beberapa waktu. Baru kemudian dilanjutkan dengan ucapan terima kasih kepada Ibu Ibnu Sutowo sebagai Ketua Pembentuk Sanggar Karya Industri penderita Cacad dan kepada sejumlah ibu2 lain dari Yayasan Harapan Kita.

Perlu Undang2

Memberikan sarnbutan pada kesempatan itu juga Gubernur Ali Sadikin meminta perhatian agar perusahaan2 mau menerima para penderita cacad fisik di dalam perusahaan2nya, juga diusulkan agar dibentuk undang2 yang mewajibkan perusahaan2 untuk menerima sebagai pegawainya pada penderita cacad fisik. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (18/01/1975)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 841-842.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.