Sep 022017
 

PRESIDEN AKAN RESMIKAN PROYEK PENGEMBANGAN TERPADU DI SUMBAR

 

 

Presiden Soeharto akan meresmikan proyek pengembangan terpadu pertama di Indonesia yang merupakan paduan berbagai proyek pembangunan di Kabupaten Pasaman, Sumbar bulan April mendatang.

Gubernur Sumbar, Azwar Anas selesai diterima Presiden Soeharto, Sabtu di kediaman jalan Cendana mengatakan, proyek terpadu tersebut meliputi pembangunan jalan, irigasi, sekolah, perkebunan kelapa sawit, perikanan, peternakan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan proyek terpadu mendapat bantuan dari Pemerintah Jerman Barat dalam bentuk kredit dan hibah. Di antara bantuan itu adalah 56 juta Mark untuk pembangunan jalan raya, 65 juta Mark untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit, 55 juta untuk pembibitannya. Sedangkan hibah yang diserahkan senilai 6 juta dollar AS.

Proyek terpadu itu dibiayai dengan bantuan luar negeri sebesar 60%, dan selebihnya dibiayai melalui APBN, APBD dan Inpres, serta dibantu dengan dana masyarakat melalui program “Manunggal Sakata”. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat itu dipadukan dengan program Manunggal.

ABRI-Rakyat

Pembangunan yang menonjol menurut gubernur adalah pembangunan jalan ke Pasaman Barat. Dulu untuk mencapai Pasaman Barat diperlukan waktu 18 jam, kini bisa dicapai 2,5 jam, untuk jalan sepanjang 160 km.

Mengenai program Manunggal Sakata, gubernur mengatakan, hasilnya bisa luar biasa. Dana yang terkumpul untuk suatu proyek dari program itu bisa 10 kali lipat dari dana yang disediakan pemerintah.

Presiden dalam kunjungannya ke Sumbar itu juga akan meresmikan pabrik semen Indarung III-B dan beberapa proyek lainnya.

Presiden juga menerima Gubernur Irian Jaya, Isaac Hindom. Ia melaporkan kesiapan rakyat di daerahnya menjelang Pemilu.

Isaac Hindom melaporkan rencana Pemda Irja membangun stadion olahraga lengkap di Jayapura. Stadion itu akan dibangun di kawasan seluas 100 ha. Karena besarnya biaya yang diperlukan menurut Isaac Hindom pembangunan stadion olahraga itu baru dapat diselesaikan sekitar 2 atau 3 Pelita. (RA)

 

 

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (26/01/87)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 379.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: