PRESIDEN: PERHATIKAN PEMASOKAN BARANG MENJELANG LEBARAN

PRESIDEN: PERHATIKAN PEMASOKAN BARANG MENJELANG LEBARAN [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto memerintahkan para pejabat di bidang ekonomi untuk menyeimbangkan pemasokan berbagai kebutuhan masyarakat dengan permintaan terutama menjelang Hari Idul Fitri. Ketika menjelaskan hasil Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekku, Wasbang dan Indag di Bina Graha Rabu, Menpen Harmoko mengatakan kepada pers bahwa Kepala Negara juga memerintahkan agar operasi pasar dilakukan tepat waktu.

Pada sidang dua jam yang dihadiri Wakil Presiden Try Sutrisno, Menhankam Edi Sudradjat, Menlu Ali Alatas serta Pangab Jenderal TNI Feisal Tandjung, Presiden mengatakan, operasi pasar diperlukan di kota-kota besar misalnya bagi kebutuhan pokok seperti beras. Selain memerintahkan pengadaan barang yang secukupnya, para pejabat juga diminta untuk memperlancar distribusinya sehingga barang-barang itu sampai di tangan konsumen tepat pada waktunya. Dalam sidang ini dibahas tingkat inflasi pada bulan Februari yang cukup tinggi sebesar 1,76 persen sehingga inflasi selama tahun takwim mencapai 3,01 persen dan tahun anggaran 6,34 persen. Menurut Harmoko, tingginya inflasi itu terutama disebabkan kenaikan harga makanan dan minuman 4,51 persen, sandang 0,70 persen, aneka barang dan jasa 0,56 persen serta perumahan 0,43 persen. Kepada Presiden, dilaporkan bahwa ekspor pada bulan Desember tahun 1993 menghasilkan devisa 3,196 miliar dolar AS dibanding impor 2,647 miliar dolar sehingga surplus 548 juta dolar AS. Surplus selama periode Januari-November 1993 mencapai 8,662 miliar dolar karena ekspor berjumlah 36,82 miliar dibanding impor 28,16 miliar.

Kebutuhan Lebaran

Menpen Harmoko menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta yang melonjak dalam menghadapi Lebaran maka penyediaan ternak potong seperti Kebutuhan sapi dan kerbau setiap harinya mencapai 37.500 ekor ditambah dengan 13.700 ekor sedangkan untuk ayam kebutuhan rutin 350 ton sehari ditambah 100 ton per hari menjelang Idul Fitri.

Harmoko mengatakan kepada para peserta sidang ini juga dijelaskan persiapan Departemen Perhubungan menghadapi lonjakan permintaan terhadap sarana angkutan kereta api, bis, angkutan udara,serta penyeberangan. Untuk angkutan darat, setiap harinya disiapkan 7.750 bis, kereta api disediakan untuk 93.832 penumpang, penyeberangan Merak-Bakauheni 59.977 orang. Sementara itu, Menteri Pertanian Sjarifuddin Baharsjah melaporkan areal padi untuk musim tanam 1993/94 mencapai 5,041 juta ha, kedele 439.356 ha serta jagung 1,817juta  ha. (T!EU02/EU08/RB1/ 2/03/9413:31)

Sumber: ANTARA (02/03/1994)

_____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 220-221.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: