Mei 092017
 

PRESIDEN : PARA PENGUSAHA MUDA AGAR SIAP TERJUN

KE INDUSTRI DAN PERTANIAN

Presiden Soeharto mengharapkan kepada para pengusaha muda Indonesia agar sejak sekarang mulai memikirkan untuk terjun ke bidang industri dan pertanian mengingat Indonesia sekarang sedang memasuki tahap mencapai dasar­dasar masyarakat adil dan makmur.

Dasar-dasar masyarakat adil dan makmur itu tercapai jika Indonesia sudah sampai pada suatu keadaan industri yang maju dengan ditunjang sektor pertanian yang kuat, kata Kepala Negara di depan Badan Pimpinan Pusat dan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), wadah generasi muda Indonesia yang bergerak di bidang ekonomi, di Bina Graha, Jakarta, Sabtu pagi.

Unsur pimpinan BPP dan BPD HIPMI sebanyak 35 orang dipimpin Ketua Umumnya Pontjo Sutowo menemui Presiden untuk menyampaikan pemyataan sikap HIPMI terhadap kepemimpinan Orde Baru.

Selesai diterima Presiden, Ketua Umum HIPMI Ponco Sutowo menjelaskan kepada para wartawan, selama setengah jam Presiden memberikan petunjuk­petunjuk dan nasihat betul-betul sebagai bapak terhadap anak.

Selama setengah jam memberikan nasehat, mengenai falsafah hidup tidak terasa suasana antara pemerintah dengan warga negaranya, betul-betul diliputi suasana kekeluargaan.

Presiden menyatakan dalam tahap pembangunan yang sedang dilaksanakan bangsa Indonesia sekarang ini, para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMl jangan merasa hanya sebagai kontraktor atau rekan pemerintah.

Tapi mulai sekarang barus mempersiapkan diri untuk mulai merintis dan melakukan kegiatan di bidang industri dan pertanian.

Presiden, menurut Ponco Sutowo, menegaskan bahwa kesempatan justru diberikan kepada pemuda Indonesia untuk menangani bidang industri dan pertanian itu.

Namun demikian, Presiden mengingatkan agar para pengusaha muda pandai­pandai memilih dan membaca keadaan.

Presiden menyatakan pula bahwa Pemerintah tidak meragukan lagi potensi HIPMI yang besar itu. "Namun potensi yang besar diharapkannya dapat digunakan dan mengikuti gerak pembangunan dalam kerangka yang telah ditentukan dalam, program-program pembangunan nasional ".

Sesuai dengan potensinya yang besar itu, HIPMI diharapkan ikut serta dalam proses pembangunan yang sekarang ini sedang memasuki tahap-tahap meletakkan dasar-dasar menuju masyarakat adil makmur yang diharapkan dapat dicapail dalam Pelita V.

Partisipasi Konkrit

HIPMI harus memberikan partisipasi secara riil dan konkrit sesuai dengan langkah langkah dalam melaksanakan program pembangunan untuk meletakkan dasar dasar menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur, pada tahap terciptanya suasana perekonomian dengan industri yang maju ditunjang sektor pertanian yang kuat.

Presiden juga mengharapkan agar para pengusaha muda mulai memikirkan untuk terjun di bidang angkutan laut mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan dalam rangka mewujudkan wawasan Nusantara.

Presiden menyebutkan pula bahwa kesempatan berusaha bagi pengusaha muda di bidang industri amat banyak. Dalam bidang pertanian, para pengusaha muda diminta pula untuk memberi perhatian ke sektor angkutannya.

Presiden juga berbicara mengenai demokrasi ekonomi yang didasarkan pada Pasal 33 UUD 45 dan untuk melihat terjemahannya yang tepat harus kembali kepada Undang-Undang Dasar tersebut.

Demokrasi ekonomi yang hendak dicapai bangsa Indonesia adalah ekonomi Kekeluargaan dan untuk mencapai ekonomi kekeluargaan ini tidak dilakukan dalam tahapan tahapan dan tidak bisa sekali jadi. (DTS)

Jakarta, Merdeka

Sumber: MERDEKA (23/11/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 443-445.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: