PRESIDEN PANEN PERDANA SISTEM TABELA DI SULTRA

PRESIDEN PANEN PERDANA SISTEM TABELA DI SULTRA[1]

 

 

Kendari, Antara

Presiden Soeharto melakukan panen perdana persawahan modem dengan sistem tabur benih langsung (tabela) di desa Duriaasi, Kecarnatan Pondidaha, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin. Hasil ubinan panen padi varietas unggul Memberamo yang dipanen Presiden di atas hamparan sawah seluas 265 hektar di Desa Duriaasi, 56 km sebelah barat Kendari, ibukota Provinsi Sultra itu, mencapai 8,6 ton/hektare gabah kering panen (GKP).

Produksi yang dicapai itu lebih tinggi dibanding varietas Ciliwung dan IR 66 yang digunakan petani selama ini hanya 4-5 ton/hektare GKP serta sudah rentan terhadap penyakit. Hamparan sawah seluas 265 hektar di desa Duriaasi tersebut merupakan bagian dari wilayah Pengkajian Sistem Usaha tani berbasis Agribisnis (SUTPA) seluas 3.000 hektare di Kecamatan Pondidaha.

Sementara itu, yang selebihnya 1.349 hektare dari 4.349 hektare sawah di kecamatan itu masih menggunakan varietas IR 66 dan Ciliwung.

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu dari 14 provinsi yang untuk pertama kali melaksanakan pengkajian SUTPA dengan memperkenalkan teknologi tebar benih langsung (tabela) dan Legowo menggunakan varietas unggul baru yang dianjurkan, Memberamo dan Cibodas.

Kecamatan Pondidaha didukung bendung irigasi Wawotobi yang dapat mengairi sawah seluas 18.000 hektare. Bendung ini diresmikan Presiden Soeharto, Agustus 1988 mengairi 8.000 hektare sawah yang sudah berproduksi dua kali setahun.

(T.KDR-PK01/KDR-PK0 2/KDR-001/11/03/96/15:00/C/Eu02/RU3).

Sumber : ANTARA (11/03/1996)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Pertama, 2008, hal 286.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.