PRESIDEN: MITRA ASING MASIH DIPERLUKAN

PRESIDEN: MITRA ASING MASIH DIPERLUKAN[1]

 

Probolinggo, Republika

Presiden Soeharto menegaskan, bahwa keikutsertaan mitra asing dalam pembangunan nasional memang masih sangat kita butuhkan. Kendati menurut Presiden, bahwa bangsa Indonesia telah menyatakan ketetapan hati, dan tekadnya untuk membangun dengan kekuatan sendiri.

“Kita menyadari bahwa kita masih memerlukan keikutsertaan mitra asing dalam pembangunan kita. Sebabnya adalah, kita masih ingin memacu pembangunan agar dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran,” tegas Presiden ketika meresmikan PLTU (Pusat Listrik Tenaga Uap) Paiton Unit I dan 2 di Desa Bhinor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (23/3) kemarin.

Oleh karenanya, Kepala Negara menjelaskan pula, “tidak berarti kita akan harus bergantung kepada orang lain. Sebaliknya, bantuan luar negeri pada waktu yang silam justru telah membantu membangun kemampuan dalam negeri. Ini, amat penting untuk mewujudkan kemandirian.”

Proyek PLTU Paiton berkapasitas dua kali 400 mega watt yang diresmikan Presiden itu, sepertiga biaya pembangunannya juga berasal dari bantuan luar negeri, yaitu dari Bank Dunia. Proyek Paiton ini merupakan proyek kelistrikan ke-17 yang pembangunannya dibantu oleh Bank Dunia. Secara keseluruhan, Bank Dunia membantu 21 proyek kelistrikan di Indonesia dengan nilai total sekitar US$ 4,1 milyar.

Sesuai peresmian Presiden beserta Ibu Tien Soeharto, dan rombongan yang terdiri dari antara lain Menteri Pertambangan dan Energi, LB. Sujana, Mensesneg Moerdiono, Presiden Bank Dunia, Lewis Preston, menanam beringin putih di lokasi proyek.

Menyangkut soal bantuan luar negeri, lebih lanjut Kepala Negara menegaskan, bahwa bantuan luar negeri hanya bersifat pelengkap. Kata Presiden, “apabila ada bantuan luar negeri yang syaratnya sesuai keinginan, dan menguntungkan kita, tentu akan kita manfaatkan. Kalau bantuan luar negeri tidak tersedia, atau syaratnya merugikan kepentingan nasional, maka kita tidak bisa menerimanya. Oleh karenanya, kita harus siap melanjutkan pembangunan dengan kekuatan yang ada pada kita. Itulah sikap kemandirian yang ingin kita bangun, dan kita tegakkan”. Proyek PLTU Paiton unit I dan 2 menggunakan bahan bakar utama batu bara.

“Kita memiliki cadangan batu bara sekitar 36 milyar ton. Cadangan ini tidak akan habis dipakai dalam kurun ratusan tahun,”kata Presiden.

“Kita menyadari bahwa zaman minyak bumi, sebagai sumber utama energi tidak lama lagi akan berakhir. Batu bara-lah yang akan menjadi tumpuan sumber energi kita di masa depan. Bersama dengan sumber-sumber energi lain, batu bara harus kita kembangkan sungguh-sungguh dan terencana,” pinta Presiden. (afa)

Sumber: REPUBLIKA ( 24/03/1994)

_________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 505-506.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.