PRESIDEN MINTA WANITA INDONESIA TIDAK PERLU MENYOMBONGKAN DIRI DALAM KONGRES WANITA SEDUNIA

PRESIDEN MINTA WANITA INDONESIA TIDAK PERLU MENYOMBONGKAN DIRI DALAM KONGRES WANITA SEDUNIA

 

 

Presiden Soeharto agar wanita Indonesia tidak perlu menyombongkan diri dalam Kongres Wanita Sedunia yang akan berlangsung di Nairobi, Kenya tanggal 10 sampai 18 Juli mendatang yang akan dihadiri oleh sekitar 85 Organisasi wanita sedunia.

Himbauan Kepala Negara disampaikan kepada delegasi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) I yang dipimpin oleh Ketua Umumnya Ny. As Murpratomo yang datang ke Bina Graha Senin kemarin.

Presiden berpesan selanjutnya dalam Kongres Sedunia tersebut, hendaknya Kowani sebagai delegasi resmi Indonesia menceritakan apa adanya tentang perkembangan wanita Indonesia dan tidak perlu melaporkan secara berlebih-lebihan.

“Sajikan saja laporan yang dibuat oleh Bank Dunia yang telah mengkaji cermat peranan wanita di Indonesia kepada forum internasional tersebut,” kata Presiden.

Dikatakan dalam forum internasional di Kenya tersebut, delegasi Indonesia juga akan melakukan lokakarya dengan tema “Wanita sebagai potensi dalam pembangunan yang merupakan bagian dari 1.000 loka karya yang diadakan oleh pihak-pihak lain,” kata Ny. Murpratomo menambahkan.

Forum Nairobi tersebut menurut rencana akan dihadiri lebih dari 8.000 peserta seluruh dunia. Sedangkan delegasi Indonesia sejumlah 40-orang terdiri dari unsur organisasi seperti Kowani, KNPI, FBSI, penulis dan cendekiawan.

Ny. Murpratomo yang datang ke Bina Graha bersama DPP Kowani lainnya, menerima penyerahan pemakaian gedung kantor baru dari Mensesneg Sudharmono SH.

Gedung kantor Kowani yang baru itu terletak di Jalan Imam Bonjol 58 Jakarta Pusat yang akan diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto tanggal 2 Juli mendatang.

Kepada Presiden juga dilaporkan rencana Muker Kowani bulan Agustus yang akan datang, di samping itu Indonesia akan menjadi tuan rumah dari latihan dan pendidikan serta seminar yang diikuti 24 negara Asia Pasifik, Nopember mendatang.

Seminar dan latihan Asia Pasifik itu akan menyangkut “Tantangan bagi keluarga berencana pada zaman yang cepat berubah.”

Menurut Ny. Murpratomo juga dilaporkan tentang perkembangan tim khusus Kowani yang ikut serta berusaha menanggulangi penyalahgunaan narkotika, obat-obatan dan minuman keras.

Tim khusus ini segera mengeluarkan buku panduan untuk digunakan petugas lapangan di samping kalender yang berisikan pesan-pesan kepada masyarakat bagaimana mengatasi masalah narkotika.

Menjawab pertanyaan wartawan, pimpinan Kowani itu mengatakan bahwa sekitar 7.000 orang terutama kaum muda Indonesia diketahui menjadi pecandu narkotika.

Ia menambahkan setiap seorang pecandu narkotika, seharusnya diartikan 10 orang hingga seluruh pecandu adalah 70.000.

“Jumlah tersebut baru yang diketahui sedangkan banyak sekali pecandu narkotika yang tidak diketahui,” tambahnya. (RA)

 

 

Jakarta, Pelita

Sumber : PELITA (18/06/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 352-353.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.