Mei 152017
 

PRESIDEN MINTA TNI-AL MENINGKATKAN KEGIATAN ARMADA

Presiden Soeharto merninta Kepala Staf TNI Angkatan Laut untuk lebih meningkatkan kegiatan armada dalam usaha melaksanakan rindak lanjut Hari Armada yang diperingati 5 Desember 1981 yang lalu.

Kasal Laksamana TNI Waluyo Sugito selesai melaporkan pelaksanaan tindak lanjut Hari Armada di kediaman Cendana Jakarta, hari Senin, menjelaskan kepada Pers bahwa peningkatan kegiatan armada itu bertujuan untuk lebih meningkatkan pengabdian dan semangat juang para awak kapal.

Dengan peningkatan itu, dapat pula ditingkatkan efisiensi penggunaan peralatan operasi kapal-kapal.

Presiden Soeharto meminta Kepala Staf TNI Angkatan Laut untuk lebih meningkatkan kegiatan armada dalam usaha melaksanakan tindak lanjut Armada yang diperingati 5 Desember 1981 yang lalu.

Peningkatan kegiatan armada, kata Kasal, akan menyebabkan para awak kapal lebih banyak di laut daripada di darat

Kemungkinan Menggunakan Jet-Foil

Presiden memerintahkan pula Kepada Kasal untuk meneliti kemungkinan penggunaan kapal jet-foil buatan Boeing seidah Kasal melaporkan upacara peluncuran dan penerimaan sebuah kapal jet-foil di dermaga Boeing di Seattle, Amerika Serikat.

Penerimaan dan peresmian kapal jet-foil yang diberi nama "Bima Samudera" versi penumpang itu dilakukan Kasal mewakili Menristek Prof. Dr. BJ, Habibie di Seattle, 22 Oktober yang lalu.

Jet-foil ini dibuat dalam berbagai versi, yaitu versi penumpang, versi militer dan versi untuk kegunaan patroli bea-cukai dan versi lainnya.

Laksamana Waluyo Sugito berpendapat bahwa bagi TNI-Angkatan Laut jet-foil tepat untuk digunakan pemindahan atau angkutan pasukan dan untuk tempur.

”Kalau untuk patroli pantai kapal jet-foil ini tedalu cepat," kata LaksamanaWaluyo Sugito.

Dalam jenis penumpang, kapal jet-foil yang berkecepatan 45 knot ini atau lebih dari 90 km perjam ini, dapat mengangkut 250 orang penumpang.

Kapal jet-foil ini tepat untuk kapal tempur karena kapal yang dirancang dengan mesin jet ini tidak terpengaruh oleh ombak sehingga senjata yang melengkapinya dapat selalu dalam keadaan datar.

Penggunaan oleh TNI-Angkatan Laut lebih dimungkinkan lagi karena Boeing sudah merencanakan dan menawarkan jet-foil ini dibuat di Indonesia, PT PAL Surabaya "under-licence".

Indonesia nantinya merupakan satu-satunya yang membuat kapal jet-foil di luar pabrik Boeing di Seattle karena semula Boeing merencanakan membuat di Italia dan Korea Selatan tapi dibatalkan karena soal-soal pembuatan Italia dan Korea Selatan yang mahal. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (08/12/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 477-478.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: