Des 052017
 

PRESIDEN MINTA PERCEPAT PENINGKATAN EKSPOR HASIL INDUSTRI

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta kepada Departemen Perindustrian agar segera bekerjasama dengan berbagai departemen dan instansi lainnya untuk meningkatkan ekspor berbagai jenis bahan baku seperti rotan dan karet, sehingga industri hilir yang memanfaatkannya dapat berkembang lebih cepat.

Menteri Perindustrian Hartarto mengatakan hal itu kepada wartawan setelah bersama Menteri Muda Perindustrian T. Ariwibowo melaporkan kepada Presiden Soeharto di Binagraha, Jakarta, Kamis tentang realisasi ekspor basil industri tahun 1987.

Hartarto menyatakan, petunjuk Kepala Negara itu diberikan untuk memanfaatkan momentum dipasaran dunia semaksimal mungkin. Koordinasi yang harus dilakukan Departemen Perindustrian adalah dengan Kantor Menko Ekuin dan pengawasan Pembangunan, Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Bank Indonesia.

Ketika ditanya tentang, peran Deperind setelah dihapuskan jabatan Menmud UP3DN, Hartarto mengatakan Presiden Soeharto menyebutkan Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan bertanggungjawab bagi usaha peningkatan pemanfaatan dalam negeri.

Mengenai realisasi ekspor hasil industri tahun lalu, dikatakan nilai ekspor tersebut menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, sedangkan komoditi yang dijual kepasaran internasional semakin banyak mulai dari produk industri kecil seperti sapu, gula aren, emping melinjo sampai industri berteknologi canggih seperti produk besi baja dan bejana tekan.

Data Biro Pusat Stastistik, kata Hartarto, memperlihatkan bahwa ekspor hasil industri 1987 secara keseluruhan mencapai 6,72 miliar dolar AS, naik 46,9 persen dibanding tahun 1986. Dari angka 6,7 miliar tersebut, 6,08 miliar dolar AS diantaranya berasal dari ekspor hasil industri pengolahan.

Ekspor komoditi industri primer 1987 tercatat 643,836 juta dolar AS, naik 20,3 persen dibanding tahun 1986. Ketika merinci angka ekspor tersebut, Hartarto mengemukakan kelompok aneka Industri mencapai 4,61 miliar dolar AS, naik 50,5 persen dibanding tahun 1986.

Kemudian industri mesin dan logam dasar sebanyak 479,073 juta dolar AS, industri kimia dasar 375,94 juta dolar AS dan industri kecil 615,40 juta dolar AS.

Ekspor terus meningkat dan peluang yang bisa dimanfaatkan masih terbuka luas, katanya pula. Sekalipun nilai Yen dan beberapa jenis mata uang lainnya semakin kuat dipasaran internasional, namun menurut Hartarto masih diperlukan dukungan iklim yang terus-menerus mambaik.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA(07/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 285-286.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: