PRESIDEN MINTA PEKERJA SOSIAL DI IRJA AGAR MEMANFAATKAN SUMBER ALAM SETEMPAT

PRESIDEN MINTA PEKERJA SOSIAL DI IRJA AGAR MEMANFAATKAN SUMBER ALAM SETEMPAT

 

200 Orang Satgasos Akan Disebarkan ke Pedalaman

 

Presiden Soeharto memberikan petunjuk kepada para pekerja sosial masyarakat yang akan bekerja di pedalaman Irian Jaya kiranya dapat memanfaatkan sumber-sumber alam yang ada di sana. Hal itu dikatakan Kepala Negara karena sulitnya alat angkutan dan komunikasi dengan daerah sekitarnya.

Menteri Sosial Ny. Nani Sudarsono mengatakan hal itu kepada wartawan selesai melapor di Cendana Rabu pagi setelah melaporkan akan dilepasnya 200 orang yang telah dididik untuk menjadi Satuan Tugas Sosial (Satgassos).

Seratus dari jumlah pekerja sosial tersebut dididik di Ungaran, Jawa Tengah. Sedangkan 100 lagi merupakan putera Irja yang dididik di Jayapura. Mereka merupakan angkatan ke dua yang akan disebarkan selesai Lebaran ini ke desa-desa di Irian Jaya.

Para pekerja sosial tersebut diharapkan bisa membina masyarakat Irian Jaya dengan memberikan motivasi kemandirian serta memberikan nilai-nilai pembangunan.

Menurut Ny. Nani Sudarsono, kebutuhan untuk pekerja sosial seperti ini di Irian Jaya sesuai dengan permintaan Pemda setempat berjumlah 500 orang. Setelah menjalani masa tugas, mereka diberikan hak untuk memilih menjadi pegawai negeri atau swasta.

Kepada Kepala Negara, Mensos juga melaporkan partisipasi dari organisasi-organisasi sosial. Presiden, kata Mensos memberikan petunjuk kiranya organisasi-organisasi sosial dapat meningkatkan partisipasinya untuk mencapai kesejahteraan sosial yang lebih baik.

Menjawab pertanyaan wartawan, Menteri menerangkan bahwa Departemen Sosial telah berusaha untuk menampung pengemis maupun gelandangan di Pondok Sosial Bekasi.

Selain memberikan ketrampilan juga ditanamkan rasa kemandirian dan tidak tergantung pada orang lain. Namun ia mengakui, departemennya sulit untuk menangani “pengemis sindrome” atau pengemis karena malas bekerja.

Pakai AC

Ditanya tentang jumlahnya meningkat atau menurun, Mensos dengan senyum menjawab “jumlahnya kita tidak tahu sebab musim lebaran seperti sekarang ini mereka mudik carter bis. Pakai AC lagi”.

Menjawab pertanyaan lain mengenai sumbangan sosial berhadiah, Nani Sudarsono mengatakan, itu merupakan salah satu partisipasi sosial masyarakat Karena wujud partisipasi sosial terdiri dari pikiran, tenaga dan dana.

Dalam rangka partisipasi masyarakat, sumbangan sosial berhadiah wujudnya suatu kupon dengan harapan bisa mendapatkan lebih besar.

Mengenai keuangannya, katanya, masuk ke kas negara oleh yayasan yang dibentuk atas izin dan pengarahan Departemen Sosial. Pengelolaan pemasukan dan penggunaan dana tersebut dilaporkan kepada Menteri Sosial. Dan Mensos melaporkannya kepada Presiden. (RA)

 

 

 

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber : SINAR HARAPAN (22/06/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 353-355.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.