PRESIDEN MINTA EMITEN DORONG INVESTOR LOKAL

PRESIDEN MINTA EMITEN DORONG INVESTOR LOKAL[1]

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta para pengusaha yang sudah menjual sahamnya ke bursa (emiten) untuk mendorong para pemilik modal dalam negeri untuk meningkatkan partisipasi mereka di bursa.

“Presiden mengatakan jangan sampai investor asing saja yang aktif membeli saham.” kata Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia, Rosano Barack, kepada pers setelah menemui Kepala Negara di Istana Merdeka, Selasa.

Menurut Kepala Negara, kalau investor asing terlalu dominan dalam melakukan transaksi saham di bursa maka bisa saja timbul kesulitan bagi perekonomian.

Ketika ditanya kenapa investor asing lebih dominan, Rosano menyebutkan bahwa mereka itu pada umumnya memiliki dana sangat besar sehingga tidak terlalu gampang untuk menjual sahamnya.

Sementara itu, investor lokal relative lebih tergoda untuk menjual sahamnya guna mendapatkan “capital gain.”

Ia menyebutkan, untuk mendorong calon investor lokal maka bank-bank perlu diijinkan terlibat dalam transaksi saham, apalagi mereka sangat mengetahui saham­-saham yang bernilai tinggi.

Pada pertemuan itu Kepala Negara juga menyinggung masalah masih sedikitnya perusahaan yang telah “go public”  yang telah mengalihkan sebagian kecil saham mereka kepada koperasi.

Menurut Roseno, dari 268 emiten baru 30 persen yang telah mengalihkan sahamnya kepada koperasi.

“Mungkin mereka lupa.” kata Rosano sambil menyebut PT. Bimantara Citra yang telah “go public” pada bulan Juli 1995 namun sampai sekarang belum mengalihkan sahamnya kepada koperasi.

Rosano adalah salah seorang pimpinan Bimantara. Sementara itu ketika ditanya apakah patokan angka 49 persen bagi penjualan saham di bursa perlu diubah menjadi lebih besar, ia berpendapat angka itu tidak perlu diubah guna menghindari makin dominannya peranan investor asing.

(L-EU02/EU04/ 5/03/96 13:24/RU1)

Sumber : ANTARA (05/03/1996)

___________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Pertama, 2008, hal 283-284.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.