Nov 142017
 

PRESIDEN MINTA ALIH TEKNOLOGI DIPERHATIKAN

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto minta pengertian perusahaan minyak asing agar ikut memberi perhatian terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan Indonesia, khususnya dalam hal alih teknologi dan penelitian di bidang perminyakan.

Dalam pidato pembukaan Konvensi Perminyakan ke-16 Indonesia Petroleum Association (IPA) di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Selasa pagi Kepala Negara menegaskan bahwa alih teknologi dan peningkatan penelitian di bidang perminyakan merupakan bagian penting dalam pembangunan untuk meningkatkan kemampuan dan jumlah tenaga ahli.

Bagi bangsa Indonesia yang sedang giat melaksanakan pembangunan kata Presiden, alih teknologi dan peningkatan penelitian sangat menjadi lebih penting, khususnya di bidang perminyakan dan gas bumi, karena tingkat kemajuan teknologi di bidang tersebut berjalan demikian pesat.

Pemerintah Indonesia, menurut Kepala Negara, akan memberikan perlakuan yang wajar untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan minyak asing menikmati keuntungan dari modal yang ditanamnya di negeri ini. Tapi sebaliknya pengertian pihak perusahaan asing terhadap semangat, arah dan tujuan pembangunan Indonesia juga sangai penting.

“Saya yakin perusahaan-perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya di sektor perminyakan ikut serta memberi dorongan terhadap pembangunan nasional tanpa mengorbankan tujuan perusahaan,” katanya.

Pada bagian lain dari sambutannya Presiden Soeharto menegaskan bahwa Pemerintah akan terus berusaha memperbaiki iklim investasi khususnya di bidang perminyakan, agar roda-roda pembangunan di sektor minyak dan gas bumi dapat berjalan lebih lancar dari sebelumnya.

Pemerintah Indonesia, menurut Kepala Negara, sangat menghargai sikap para kontraktor bagi hasil (production sharing contractors) yang selama ini menunjukkan kerjasama yang baik. Di harapkan sikap yang positif itu dapat dipelihara terus.

Situasi harga minyak dan gas bumi yang mulai membaik dalam kurun waktu terakhir ini, kata Kepala Negara, merupakan peluang yang tepat untuk mengadakan investasi dan eksplorasi, produksi serta pengolahan minyak dan gas bumi.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia pada prinsipnya dapat menyetujui perpanjangan kontrak bagi hasil yang telah ada, sesuai dengan perundang­undangan.

Stabilisasi harga minyak dipasaran dunia bagi Indonesia diakui, sangat berpengaruh terhadap kelancaran pembangunan nasional.

“Oleh karena itu Indonesia akan selalu berusaha untuk ikut menjaga kestabilan harga komoditi tersebut sampai tingkat yang wajar,” kata Presiden.

Meskipun pengaruh kemerosotan harga minyak di tahun 1986 lalu membawa akibat yang sangat berat bagi pembangunan Indonesia, namun patut disyukuri tidak sampai memacetkan pembangunan. Hal ini, kata Presiden, berkat pembangunan yang dilakukan sejak dua dasawarsa lalu sehingga ketahanan nasional khususnya di bidang ekonomi cukup memiliki kekuatan.

Sebagai negara pengekspor minyak Indonesia memang menginginkan tingkat harga yang wajar dan lebih stabil lagi, sehingga dapat menguntungkan negara­ negara yang sedang membangun dan mengandalkan ekspor minyak sebagai sumber devisa 50 persen.

Menteri Pertambangan dan Energi Subroto dalam sambutannya menyebutkan, IPA sebagai organisasi profesi yang berkecimpung di bidang perminyakan saat ini beranggotakan sekitar 43 perusahaan dan 55 anggota dari perusahaan penunjang.

Dari jumlah tersebut anggota IPA mencapai sekitar 1.600 orang, dan 50 persen dari anggota tersebut terdiri dari orang Indonesia.

Tujuan utama dari organisasi tersebut adalah untuk meningkatkan profesionalisme di bidang perminyakan secara ilmiah. Untuk menjawab tantangan perkembangan industri perminyakan di masa datang konvensi perminyakan ke-16 tahun 1987 ini mengambil thema “The Oil Industry Today Adapting for Tomorrow” (Industri Minyak sekarang- Bagaimana menyesuaikan diri di masa Depan).

Konvensi IPA membahas sekitar 40 makalah yang bersifat teknis yang akan ditampilkan oleh lima ahli perminyakan bertaraf intemasional.

Ketua Penyelenggara Konvensi A.B. Salaki menyebutkan bahwa dua ahli perminyakan dari Amerika Serikat akan ikut berbicara untuk memperoleh informasi dan masukan yang lebih banyak bagi perkembangan industri perminyakan di masa datang.

Salaki mengatakan, forum semacam ini merupakan kesempatan yang paling tepat untuk saling tukar menukar informasi dan pengalaman serta ilmu pengetahuan.

Jakarta, MERDEKA

Sumber : MERDEKA (21/10/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 854-856.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: