PRESIDEN MENINJAU STUDIO RCTI DI KEBON JERUK, JAKBAR

PRESIDEN MENINJAU STUDIO RCTI DI KEBON JERUK, JAKBAR

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Kamis melihat langsung berbagai fasilitas yang dimiliki studio televisi saluran terbatas Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), yang telah menayangkan siaran percobaannya sejak pertengahan November 1988.

Direktur Utama PT. RCTI, Bambang Trihatmodjo, menyambut kedatangan Presiden yang didampingi Ibu Negara Ny. Soeharto setibanya di studio yang berlokasi di kawasan Kebon Jeruk (Jakarta Barat ) itu.

Turut dalam peninjauan itu antara lain Mensesneg Moerdiono, Menpen Harmoko, Mendikbud Fuad Hassan dan Menperind Hartarto.

Direktur RCTI, Peter Gontha, melaporkan bahwa investasi bagi pembangunan studio televisi swasta itu sekitar Rp 150 miliar. Pembangunan kompleks studio itu dimulai sejak Juni dua tahun lalu.

Gontha mengatakan, pelanggan RCTI sekarang sekitar 93.000, dengan rata-rata penambahan tiap harinya 150 pelanggan. Sasaran jumlah pelanggan hingga akhir tahun ini 120.000 orang.

Mulai bulan Agustus, perusahaan itu mulai memproduksi sendiri beberapa mata acaranya, antara lain berupa wawancara tentang kehidupan masyarakat, siaran musik, tanya-jawab dengan pelanggan, serta acara penuntun kesegaran jasmani. Rencana jangka panjangnya menambah jumlah acara produksi sendiri.

Gontha menjelaskan, RCTI sekarang memiliki 170 karyawan Indonesia serta sepuluh tenaga asing yang bekerja hanya untuk waktu dua tahun.

Sesudah itu mereka akan digantikan oleh tenaga-tenaga Indonesia. Televisi swasta ini menyiarkan 141 iklan berbagai jenis barang dan jasa, yang 85 persen di antaranya produksi dalam negeri.

Dalam peninjauan itu Presiden menandatangani prasasti penggunaan gedung dan studio RCTI, disaksikan segenap pimpinan dan karyawan studio TV itu.

Fasilitas yang ditinjau Presiden antara lain ruang studio dan ruang pengendali. Kepala Negara sempat menyaksikan grup penyanyi Elfa Secoria beraksi di panggung menyanyikan sebuah lagu.

Ketika meninggalkan ruang studio, nampak Presiden mengamat-amati menara antene pemancar yang tingginya sekitar 115 meter. Siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pesawat penerima TV yang dipasangi decoder (pelanggan), jangkauan siarannya baru meliputi wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Namun siaran RCTI setiap Minggu pagi seringkali bisa pula ditangkap oleh pesawat penerima TV tanpa decoder, mungkin sebagai “service” kepada masyarakat luas sekaligus memperkenalkan siaran tersebut kepada mereka yang belum berlangganan.

Untuk berlangganan siaran RCTI dikenakan uang jaminan decoder sekitar Rp 100.000,- satu kali bayar dan iuran Rp 30.000,- per bulan.

 

 

Sumber : ANTARA (24/08/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 676-677.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.