Feb 152018
 

PRESIDEN MENERIMA PENGURUS YAYASAN DHARMA ARTIS INDONESIA

 

 

Jakarta, Antara

Suasana di Bina Graha Jakarta Senin siang tampak lebih sernarak dengan datangnya sejumlah artis kawakan, termasuk penyanyi Lilis Suryani dan Neneng Salmiah, ke kantor Presiden Soeharto itu untuk menemui Presiden.

“Pertemuan kami dengan Presiden tadi bagaikan pertemuan anak dengan bapak, karena perhimpunan kami dibentuk tahun 1967 atas petunjuk dan restu beliau yang ketika itu menjadi Panglima Kostrad,” kata Lim Campay,ketua BKS-Kostrad dan ketua Yayasan Dharma Artis Indonesia, kepada wartawan setelah pengurus yayasan itu diterima Presiden.

Ia menjelaskan, Badan Kerjas ama Seniman (BKS)-Kostrad dibentuk di tengah­tengah perjuangan menumpas G-30-S/PKI. “Sampai sekarang semangat kami tidak berubah,” kata seniman musik kawakan itu.

Kepada Presiden selaku sesepuh yayasan tersebut, Lim Campay melaporkan usaha yang dilakukan Yayasan Dharma Artis dalam meningkatkan keterampilan para anggotanya melalui latihan dan pendidikan.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Lim Campay mengakui bahwa sekarang ini semakin banyak artis asing yang dimasukkan ke Indonesia oleh perusahaan impresario. “Alasan mereka, mutu artis kita amat rendah, di bawah standar internasional. Padahal itu tak benar. Artis kita banyak juga yang berbobot, tapi sering tidak mendapat imbalan sepadan,” tegas ketua BKS-Kostrad.

Para impresario, menurut Lim Campay, sering pula menuduh artis Indonesia mahal. “Mereka sering membandingkan secara tidak seimbang antara artis asing dengan artis kita,” katanya.

Untuk mengatasi terdesaknya bidang usaha artis Indonesia, Yayasan Dharma Artis mengupayakan pendidikan dan latihan bagi anggota-anggotanya misalnya di bidang penampilan di panggung, penataan pertunjukan dan sebagainya.

Pengurus yayasan itu yang diterima Presiden adalah Lim Campay, Bob Rozano, Neneng Salmiah, Bakar Iskandar, Lilis Suryani, Eddy Gombloh dan Juni Amir.

Anggota BKS-Kostrad sampai sekarang berjumlah 1.264 orang.

 

Delegasi DPR ke Luar Negeri

Hari Senin itu Presiden juga menerima delegasi DPR yang akan berkunjung ke Belgia yang dipimpin Wakil Ketua DPR/MPR J. Naro serta delegasi DPR ke India yang dipimpin Wakil Ketua DPR/MPR Soerjadi.

Masing-masing delegasi itu beranggotakan delapan orang dari berbagai fraksi di DPR.

Mereka akan berangkat dalam beberapa hari mendatang untuk kunjungan muhibah lima hari di negara tujuan. Biasanya kunjungan itu merupakan program pertukaran lawatan antar parlemen.

Di Indonesia sekarang juga sedang ada delegasi parlemen Inggeris yang akan berada di sini sampai 12 Maret. Mereka antara lain akan mengunjungi Timor Timur.

 

 

Sumber : ANTARA(06/03/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 755-756.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: