PRESIDEN MEMPERHATIKAN PENGEMBANGAN TERNAK DI NTB

PRESIDEN MEMPERHATIKAN PENGEMBANGAN TERNAK DI NTB[1]

 

Mataram, Antara

Sekretaris Pengendalian Operasionil Pembangunan (Sesdalopbang), Tuk Setiyohadi mengatakan, Presiden Soeharto sangat menaruh perhatian terhadap pengembangan ternak besar di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komoditas ternak besar di daerah ini merupakan andalan utama, ujarnya ketika menyerahkan sapi bantuan presiden (Banpres) jenis Brangus sebanyak 25 ekor kepada Gubernur, NTB. H. Warsito, di desa Amor-Amor, 75 km utara Mataram, Sabtu. Menurut Setiyohadi, NTB potensial dijadikan ternpat pengembangan ternak besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jika NTB berkeinginan mengembangkan temak besar dalam skala lebih besar, hendaknya melakukan dengan sistem PIR seperti yang dilaksanakan di Lampung, katanya.

Sistem PIR sangat membantu peternak meningkatkan pendapatannya, sebab dari hasil menjual rumput saja para peternak di Lampung memperoleh tambahan pendapatan Rp 160.000 per bulan, ujarnya. Konsumsi daging di Indonesia terus bertambah, untuk itu populasi ternak juga harus ditingkatkan, sebab kalau tidak, ternak yang ada sekarang ini akan habis dikonsumsi, tegasnya.

Gubernur NTB, H. Warsito mengatakan, daerah Bumi Gora 20.153 Km persegi diperkirakan mampu menampung 2,7 juta ternak besar, sedangkan populasinya yang ada baru 609.000 ekor. Ia menjelaskan, daerah ini mengirim ternak potong dan bibit sebanyak 30.000 ekor dengan tujuan antara lain Jakarta, Lampung, NTT dan Tim-Tim rata-rata senilai Rp 18 miliar per tahun. Pembangunan peternakan di daerah ini diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak guna dapat memenuhi konsum si daging di daerah sekaligus memperbaiki gizi masyarakat, kata Gubernur.

Betina dan Jantan

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan NTB, Drh. H. Djamaludin Usman melaporkan, ke 25 sapi banpres itu diantaranya 15 ekor betina dan 10 ekor jantan. Ia mengatakan, dari jumlah tersebut 16 ekor akan dipelihara di pusat pengembangan sapi Brangus di Amor-amor dan sembilan ekor jantan dibagi-bagikan kepada peternak di tiga kabupaten. Presiden selama tahun 1987-1993 memberikan bantuan sapi Brangus seluruhnya 70 ekor dan populasinya sekarang sudah menjadi 785 ekor. Masyarakat NTB senang memelihara sapi jenis Brangus karena perkembangannya pesat. Anak sapi baru lahir saja beratnya mencapai 25-35 Kg dengan harga Rp 200.000 per ekor, sedangkan sapi Bali murni hanya 12-15 Kg seharga Rp 70.000 per ekor, kata Usman.

(U.Mtr-002/mtr-001/EU-09 /15/01/94 21:40/RUl/23:45

Sumber: ANTARA (15/01/1994)

__________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 192-193.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.