Agu 112018
 

PRESIDEN MALAM INI BERTOLAK KE LN [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto dan Ibu Tien malam ini bertolak ke luar negeri memulai serangkaian kunjungan ke Tunisia, Amerika Serikat dan Iran. Dijadwalkan pesawat khusus Garuda DC-10 akan meninggalkan Halim Perdana kusuma pada pukul 19.00 WIB.

Dalam rombongan itu turut serta MenteriISekretaris Negara Moerdiono, Menteri Luar Negeri Ali Alatas, Menteri Perindustrian Tunky Ariwibowo, Kepala Badan Pelaksana Ketua Gerakan Non Blok (GNB) Nana Sutresna serta Penasihat ekonorni dan Pembangunan Presiden Widjojo Nitisastro .

Pesawat khusus Garuda DC-I 0 pada hari pertama akan terbang selama 14 jam yang singgah untuk mengisi bahan bakar di Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dalam perjalanan yang cukup panjang itu rombongan Presiden akan singgah untuk penyesuaian waktu di Malta dalam perjalanan dari Jakarta ke Tunisia dan Wina, Austria, dalam perjalanan dari Seattle ke Teheran.Setelah menginap semalam di Malta,Kepala Negara langsung terbang ke Tunis, untuk melakukan kunjungan kenegaraan dua hari di Tunisia atas undangan

Presiden Ben Ali, yang memperbaharui undangan dari pendahulunya, almarhum Presiden Habib Bourguiba. Tidak ada masalah khusus antara RI dan Tunisia, kecuali persahabatan yang akrab, terutama karena bangsa Tunis sangat menghargai dukungan dan bantuan Indonesia bagi perjuangan kemerdekaan Tunisia tahun 1956dari penjajah Prancis. Neraca perdagangan bilateral kedua negara selama ini masih kecil, tapi Indonesia dapat memanfaatkan posisi strategis Tunisia sebagai jembatan berbagai komoditas ekspor non migas ke negara-negara Afrika Utara dan Eropa Selatan.

Dari Tunis pada tanggal 17 November, Presiden dan rombongan akan terbang ke Seattle di Negara Bagian Washington, bagian barat Amerika Serikat, dengan singgah duajam di BandaraAndrew, Washington DC. Dalam pertemuan di Seattle itu diperkirakan akan berkumpul sedikitnya 11 Kepala PemerintahanI Kepala Negara Asia Pasifik.

Presiden akan mengadakan pertemuan khusus dengan sejumlah pemimpin termasuk Presiden AS Bill Clinton, Presiden Republik Rakyat Cina (RRC) Zhiang Jemin dan PM Selandia Baru James Bloger. Setelah menghadiri pertemuan puncak forum Kerjasama ekonorni Asia Pasiflk, APEC, di Seattle, tanggal l9 hingga 2 1 November, Presiden akan bertolak ke Wina, Austria yang ditempuh selama 11 jam. Setelah menginap semalam di pusat benua Eropa itu, di mana komponis dunia Wolfgang Amadeus Mozart dan tokoh Nazi Adolf Hitler dilahirkan, pada tanggal 23 November Kepala Negara akan melanjutkan perjalanannya ke Teheran guna kunjungan kenegaraan selama empat hari di Republik Islam Iran. Kunjungan Presiden Soeharto, ke Republik Islam Iran, merupakan kunjungan yang pertama kali dilakukan Kepala Negara sejak di negara ini pecah revolusi Islam pada tahun 1979 lalu, sebelumnya Presiden Soeharto pemah melakukan kunjungan ke Iran pada saat diperintah oleh mendiang Shah Reza Pahlevi.

Presiden dan rombongan juga akan melakukan kunjungan ke provinsi Meshed, suatu daerah pegunungan yang indah dekat perbatasan Samarkand, bekas wilayah Uni Soviet. Selama di Teheran, Presiden Soeharto akan melakukan pembicaraan khusus dengan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, yang September 1992 yang lalu mengunjungi Jakarta guna menghadiri KTT Gerakan Non Blok. (A-6)

Sumber:  SUARAKARYA(l3/ 11/1993)

_______________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 275-276.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: