Sep 052016
 

PRESIDEN & LETDJEN. SOEHARTO DIHADIRI PRESIDIUM

Tindjau Langkah2 Pembentukan Kabinet Ampera Lebih Tjepat Terbentuk Lebih Baik [1]

 

Djakarta, Sinar Harapan

Presiden Soekarno dalam keterangarinja menegaskan, bahwa sesuai dengan keputusan MPRS Pembentukan KabinetAmpera jad. djiwanja ialah Presiden ber-sama2 dengan Letdjen. Soeharto sebagai pemegang SP.11 Maret. Dalam hubungan ini djuga didjelaskan, bahwa lebih tjepat pembentukan Kabinet Ampera itu lebih baik.

Keterangan Kepala Negara itu diberikan, ketika Presiden Soekamo bersama2 dengan Letnan Djenderal Soeharto pemegang SP.11 Maret hari Minggu pagi di Istana Bogor telah mengadakan penindjauan2 untuk mengambil langkah2 jang harus dilaksanakan agar supaja pembentukan Kabinet Ampera jang sesuai dengan Ketetapan MPRS No.13 segera dapat dilaksanakan.

Dalam pembitjaraan jang berlangsung selama lebih kurang 4 djam itu hadir djuga anggauta2 Presidium Kabinet ketjuali Waperdam Dr. K.H. Idham Chalid.

Letnan Djenderal Soeharto jang ditundjuk oleh Presiden sebagai djuru bitjara menerangkan kepada para wartawan, bahwa hadirnja anggauta2 Presidium Kabinet itu adalah untuk memberikan saran2 kepada Presiden Soekarno dan pemegang SP. 11 Maret sebagai bahan2 pertimbangan dalam rangka membentuk Kabinet Ampera tersebut.

Presiden & Letdjen Soeharto

Sementara itu Presiden Soekarno menegaskan bahwa, sesuai dengan keputusan MPRS pembentukan Kabinet Ampera ini djiwanja ialah Presiden bersama2 dengan Letnan Djenderal Soeharto pemegang “SP. 11 Maret 1966”.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Negara, karena menurut Presiden masih sadja ada wartawan2 jang menulis salah tentang pendjelasan dari pembentukan Kabinet Ampera itu. Presiden Soekarno kemudian menegaskan bahwa lebih tjepat pembentukan Kabinet Ampera ini lebih baik.

Ketika ditanja kepada pemegang SP. 11 Maret siapa2 jang akan duduk dalam Kabinet Ampera tsb. Letdjen Soeharto mengatakan, “tunggu pendjelasan lebih landjut dalam waktu jang dekat ini.”

Konsultasi Dan Hearing

Dalam rangka pembentukan Kabinet Ampera jang sudah harus terbentuk sebelum 17 Agustus jang akan datang ini, Letnan Djenderal Soeharto telah mengadakan konsultasi dengan pimpinan MPRS, DPRGR dan Kesatuan2 Aksi termasuk KAMI.

Letnan Djenderal Soeharto dalamhubungan ini menerangkan bahwa tidak ada kesulitan jang dihadapi ketika diadakan konsultasi2 itu.

Konsultasi tersebut diadakan untuk mendengar dan menerima saran2 mereka, kata Letnan Djenderal Soeharto jang mengatakan selandjutnja bahwa mulai hari Senin dan Selasa akan diadakan hearing dengan orpol dan ormas. (DTS)

Sumber: SINAR HARAPAN (11/07/1966)

[1]Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam  Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, Hal 198-199.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: