Jul 132018
 

PRESIDEN : KEMAMPUAN SEMUA DAERAH TERUS DITINGKATKAN[1]

Ujungpandang, Suara Karya

Presiden Soeharto meresmikan sejumlah proyek pembangunan di Sulawesi Selatan yang dipusatkan di halaman Kantor Gubemur Ujung Pandang, Kamis. Kantor Gubernur Sulsel yang baru itu termasuk salah satu proyek yang diresmikan Presiden. Proyek-proyek lainnya meliputi Gedung Juang 45, pabrik kelapa sawit Luwu, Rumah Sakit Haji Ujung Pandang dan Kapallatih Politeknik Pertanian Universitas Hassanuddin.

Presiden mengatakan, semua daerah mengalami kemajuan. Memang ada daerah yang lebih cepat membangun dari daerah lain. Perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan kemampuan dalam memanfaatkan kesempatan yang terbuka, baik berupa kemampuan sumber daya alam, sumber daya manusia maupun masih terbatasnya prasarana ekonomi.

“Secara bertahap, kita bertekad untuk meningkatkan kemampuan semua daerah agar lebih merata pada tingkat yang makin tinggi,” ujar Kepala Negara .

Pembangunan di Indonesia, kata Presiden, adalah pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan rakyat itu jelas telah meningkat. Presiden mengemukakan, bangsa Indonesia harus memandang pembangunan yang sekarang tidak hanya untuk masa depan, yang dapat membuat begitu saja melupakan masa kini dan masa lalu.

“Ini dapat membuat kita tergelincir, sehingga kehilangan kepribadian dan kekuatan kita sendiri,” kata Presiden.

Demikian juga pembangunan ini jangan dianggap sebagai persoalan masa ini saja. Sikap ini mungkin akan meninggalkan keadaan yang buruk bagi generasi yang akan datang.

“Kita juga tidak boleh hanya melihat kebesaran masa lampau saja yang mungkin mengakibatkan kita terus menerus hidup dalam lamunan,” ujar Presiden.

Oleh karena itu Kepala Negara mengajak semua pihak untuk melihat perjuangan bangsa ini sebagai proses bersambung yang tidak terputus-putus ; suatu proses perjuangan dengan landasan masa lampau, untuk membangun hari ini dan hari nanti, untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Sebagai suatu proses itu, maka jalannya pembangunan akan bertambah kuat dan mantap, tidak akan kehilangan semangat dan arahnya. Semangat dan arah pembangunan itu adalah pembangunan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Ini tidak dapat lain karena perjuangan merebut dan menegakkan kemerdekaan itu memang juga dari rakyat, oleh rakyat danuntuk rakyat.

Tingkatkan Pengabdian

Mendagri Rudini dalam sambutannya yang juga sekaligus berbicara atas nama Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Agama mengatakan, Rumah Sakit Haji Ujung pandang yang diresmikan itu tidak hanya khusus melayani haji atau pun calon jemaah haji, tapi juga untuk masyarakat umum. Ia mengatakan, dengan melihat latar belakang historisnya, maka sudah seyogyanya keberadaan rumah sakit itu perlu disyukuri melalui upaya pemeliharaan dan pemanfaatannya.

Demikian pula dengan pembangunan Kantor Gubernur Sul sel yang pada hakikatnya untuk meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Maka sebagai konsekuensi logisnya, perlu diikuti dengan peningkatan semangat pengabdian segenap aparat pemerintah daerah sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan dengan lebih cepat, berkualitas dan profesional.

Ia mengatakan, telah menjadi program pemerintah untuk semakin meningkatkan pengadaan prasarana dan sarana fisik pemerintahan khususnya dalam menunjang terwujudnya otonomi daerah yang nyata, dinamis dan bertanggung jawab. Untuk itu, Gubernur dan segenap jajarannya dalam menjalankan tugasnya tidak hanya berperan sebagai agen pembangunan, tapi juga berperan sebagai motivator yang mampu menggerakkan keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan serta mampu menggali dan mendayagunakan. Sumberdaya dan potensi yang ada menuju tercapainya suatu daerah otonomi yang mandiri, yang tetap dalam keutuhan negara kesatuan .

Tentang Gedung Juang 45, Mendagri mengatakan, diharapkan akan dapat selalu mengingatkan agar setiap generasi memiliki semangat patriotisme, sebagaimana yang dimiliki oleh para pejuang bangsa terdahulu . (KM2/A-8)

Sumber:  SUARAKARYA(l7 /07/ 1992)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 581-583.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: