PRESIDEN : KALAU PERLU AKAN DIKELUARKAN KEPPRES

PRESIDEN : KALAU PERLU AKAN DIKELUARKAN KEPPRES[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta semua pemerintah daerah untuk mencabut peraturan daerah (perda) tentang pungutan yang merugikan perekonomian, dan kalau mereka tidak mampu maka terpaksa akan diterbitkan keputusan Presiden (Keppres).

“Kalau perlu akan dikeluarkan Keppres.” kata Menaker Abdul Latif kepada pers di Jalan Cendana, Jumat ketika mengutip penegasan Kepala Negara tentang pungutan di berbagai daerah yang tidak berkaitan dengan proses produksi.

Latif melapor kepada Kepala Negara bahwa pada 4 Maret akan dilakukan pertemuan antara para pejabat dengan para pengusaha guna membahas berbagai pungutan baik yang resmi maupun tidak resmi yang merugikan pengusaha.

Pertemuan di Depnaker itu akan dipimpin oleh Menko Produksi dan Distribusi Hartarto. Sementara itu para pengusaha akan berasal dari Kadin dan berbagai asosiasi. Sekalipun Kepala Negara menegaskan kembali sikapnya bahwa pemerintah akan menghapuskan berbagai pungutan yang bisa merugikan para pengusaha, dunia usaha juga diharapkan mengambil langkah nyata.

“Jangan hanya pemerintah yang diharapkan bisa mengurangi berbagai pungutan itu. Para pengusaha swasta pun harus berani bilang tidak.” kata Latif yang sebelum menjadi menteri, memimpin pertokoan Pasaraya Sarinah.

Sementara itu, Latif menyebutkan pula hampir 99,8 persen perusahaan yang memberikan THR Keagamaan pada Idul Fitri baru lalu. Hanya 18 perusahaan yang sampai sekarang diketahui tidak memberikan THR kepada karyawannya.

“Presiden Soeharto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pengusaha yang telah memberikan THR kepada para karyawannya.” kata Latif.

Sumber : ANTARA (23/02/1996)

________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Pertama, 2008, hal 280.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.