Agu 042017
 

PRESIDEN : JANGAN TERJEBAK DALAM NILAI-NILAI

 

 

Presiden Soeharto mengingatkan agar dalam menyusun bahan-bahan Garis-Garis Besar Haluan Negara untuk pembangunan di masa mendatang jangan sampai terjebak dalam nilai-nilai yang mementingkan material saja.

Presiden mengatakan hal itu ketika menerima pengurus Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) di Bina Graha, Senin pagi.

Kagama bertemu dengan Presiden untuk menyampaikan bahan-bahan pemikiran bagi penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Negara tahun mendatang ini.

Kepada wartawan, Ir. Sunaryono dari pimpinan Kagama DKI Jakarta yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa Presiden Soeharto menaruh perhatian besar terhadap dunia pendidikan.

Sumbangsih pemikiran Kagama diterima baik oleh Presiden yang menekankan kembali betapa pentingnya dijaga keseimbangan antara nilai-nilai spiritual dan material dalam melaksanakan pembangunan sekarang ini maupun di masa mendatang.

Presiden mengharapkan Kagama ikut memberikan bahan-bahan masukan seperti pada tahun-tahun sebelumnya untuk penyusunan GBHN itu. Bahan-­bahan masukan itu tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari masyarakat termasuk dari Kagama.

Mengenai saran-saran Kagama bagi GBHN mendatang itu, Sunaryono mengatakan terutama menyangkut aspek kehidupan manusia Indonesia mulai dari kandungan, bayi, Balita, anak sekolah, angkatan kerja dan usia lanjut.

Kepada Presiden juga dilaporkan perkembangan Universitas Gajah Mada oleh rektor yang merangkap Ketua Umum Kagama Prof. Kusnadi Harjasumantri.

Menurut ketua umum Kagama, dewasa ini terdapat lebih kurang 34.114 orang lulusan Universitas Gajah Mada yang menjadi anggota Kagama. Kagama merencanakan membangun sebuah wisma di Yogyakarta sebagai wahana pengabdian pada pembangunan nasional dan daerah.

Wisma Kagama yang akan menelan biaya lebih kurang 640.800.000 rupiah itu akan dibangun secara gotong royong oleh anggota-anggota Kagama.

Presiden merestui rencana pembangunan secara gotong royong tersebut. Wisma itu ak:an dilengkapi dengan sebuah pendopo, ruang dokumentasi, ruang rekreasi dan olahraga (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (02/06/1986)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 599-600.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: