Feb 032017
 
HM Soeharto dalam berita

PRESIDEN: IKUTI TERUS PERKEMBANGAN SITUASI HARGA [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto, dalam sidang dewan stabilisasi ekonomi di Bina Graha hari Selasa, memberikan petunjuk untuk tetap waspada dan terus menerus mengikuti situasi harga sekalipun ini terjadi kemantapan harga bahan kebutuhan pokok.

Kepala Negara minta agar dalam tahun 1977/1978 lebih-lebih lagi menghadapi masa setelah Pemilu seperti sidang MPR diusahakan harga berbagai kebutuhan lebih baik dan stabil dari sekarang.

Dalam hubungan ini disamping beras yang harus tetap dijaga kestabilannya, perlu juga diperhatikan barang-barang kebutuhan pokok lainnya misalnya minyak goreng seperti sabun.

Menteri Sekretaris Negara Sudharmono selesai sidang menerangkan, disamping diusahakan peningkatan produksi kopra juga diusahakan kelancaran penyaluran minyak goreng dari daerah produksi ke daerah konsumen.

Hal ini dapat dilakukan dengan mengusahakan pendirian tangki-tangki penyimpanan minyak goreng yang cukup di Jawa, hingga dapat diadakan penyediaan minyak goreng yang cukup.

Presiden dalam hubungan ini menugaskan Kepala Bulog untuk mengkoordinasikan langkah-langkah dalam usaha memperlancar penyaluran dan penyediaan minyak goreng dalam hal penyediaan tangki.

Laju Inflasi

Sidang membahas masalah indikator moneter termasuk laju inflasi yang menggambarkanharga 62 macam barang dan jasa.

Laju inflasi dalam tahun fiskal 1976/1977, yang tercatat 12,12 persen, lebih rendah 7,6 persen dari laju inflasi dalam tahun fiscal 1975/1976 yang tercatat 19,77 persen.

Laju inflasi dalam tahun fiskal 1976/1977 lebih rendah dua persen bila dibandingkan dengan laju inflasi pada tahun kalender 1976 yang mencapai 14,2 persen.

“Ini berarti stabilitas harga dan ekonomi makin terasa mantap, sekalipun terjadi paceklik dalam bulan-bulan yang lalu,” kata Sudharmono.

Dengan kemantapan harga itu maka pegawai negeri, pensiunan dan ABRI yang mulai 1 April yang lalu mengalami kenaikan gaji dapat menikmati kenaikan gaji itu tanpa adanya gejolak2 harga, yang sebelumnya dikhawatirkan.

Sudharmono menyatakan, bahwa bahan2 pokok sehari-hari seperti beras, tekstil dan lain2 cukup tersedia di pasaran.

“Mungkin juga karena kesadaran masyarakat yang tidak membelanjakan uangnya terhadap barang-barang yang tidak perlu dan sewajarnya saja,” katanya mengenai kemantapan harga-harga kebutuhan pokok.

Ia mengatakan, bahwa harga sembilan bahan pokok dalam minggu pertama bulan April stabil. Hanya terjadi kenaikan 0,08 persen dari minggu sebelumnya. Sedangkan laju inflasi dalam bulan Maret 1977naik 0,66 persen.

Permintaan Barang2 Ekspor

Dalam sidang dewan stabilisasi ekonomi Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian melaporkan bahwa akhir-akhir ini terjadi peningkatan permintaan berbagai barang ekspor pertanian di luar negeri seperti kopi, teh, karet dan kayu.

Juga terjadi peningkatan harga barang-barang tersebut di pasaran luar negeri. Kedua menteri memperkirakan bahwa hal ini akan berlangsung cukup lama, sehingga perlu ditingkatkan berbagai produksi komoditi itu.

Untuk ini Presiden menginstruksikan kepada Departemen Pertanian agar secepatnya menyiapkan program yang kongkrit untuk meningkatkan tanaman dan produksi kopi. Sedapat mungkin hal itu dilakukan denganjalan mengusahakan penanamannya oleh rakyat, terutama di daerah transmigrasi.

Dengan demikian para transmigran di samping menggarap sawah, juga menanam kopi. Departemen Pertanian dalam hal ini oleh Presiden diminta mengadakan penyuluhan. (DTS)

Sumber : ANTARA (12/04/1977)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 464-465.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: