Agu 072017
 

PRESIDEN : HILANGKAN KEBIASAAN BERLADANG BERPINDAH-PINDAH

 

 

Presiden Soeharto mengingatkan masyarakat pedalaman Kalimantan Timur agar menghilangkan kebiasaan berladang berpindah-pindah apalagi kebiasaan itu juga disertai dengan cara membakar hutan yang akhirnya merusak lingkungan.

Kebiasaan jelek yang menyebabkan hutan gundul itu akhirnya akan merugikan anak cucu kita di masa mendatang.

Ia menganjurkan agar bercocok tanam secara tetap, dan kepada angkatan muda yang berasal dari daerah pedalaman ia meminta supaya mulai mempelopori menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang sifatnya merugikan.

Pelajarilah ilmu mengolah tanah dan mengembangkan tanaman yang cocok di daerah pedalaman kata Presiden Soeharto ketika bertatap muka dengan para kepala suku dan kepala adat suku Dayak pedalaman Kaltim dalam acara sarasehan selesai meresmikan berfungsinya jembatan Mahakam Sabtu siang di Samarinda.

Presiden mengatakan walaupun di daerah pedalaman sebenarnya cocok untuk berbagai jenis tanaman yang bisa dikembangkan namun harus diperhitungkan secara ekonornis sebabjaraknya terlalu jauh dari kota hingga pemasaran sulit kalau juga bisa tidak ekonomis.

Misalnya berhasil tanam padi dengan panen melimpah tapi sulit mengangkutnya, percuma saja, oleh karena itu carilah tanaman yang cocok dikembangkan, mudah diangkut dan menguntungkan serta memiliki prospek cerah untuk dipasarkan sebagai komoditi ekspor.

Masalah Perhubungan

Dalam sarasehan yang juga dihadiri para transmigran dan tokoh-tokoh masyarakat setempat tersebut, Presiden Soeharto menilai kesulitan pokok yang dihadapi untuk pengembangan daerah Kaltim dewasa ini ialah masalah perhubungan yang selama ini terbatas sekali itupun hanya jalan darat di daerah pesisir Timur.

Pemerintah bukan tidak memperhatikan namun secara bertahap segala permasalahan yang dihadapi masyarakat tersebut akan ditanggulangi termasuk yang dibangun pemerintah sekarang yaitu jembatan Mahakam yang tadinya sudah lama diimpikan dan kini jadi kenyataan.

Mengenai hubungan ke daerah pedalaman untuk sementara ini hanya bisa dijangkau melalui sungai dan udara itupun terbatas di daerah-daerah tertentu saja.

Namun pada saatnya nanti semua daerah di pedalaman ini akan terbuka misalnya melalui pengembangan daerah transmigrasi Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dan pembangunan jalan-jalan darat serta perluasan jaringan hubungan udara.

Presiden Soeharto dan Ibu Tien bersama rombongan selesai menghadiri sarasehan tersebut meninjau klinik Posyandu dan meninjau jembatan yang baru diresmikan. (RA)

 

 

Samarinda, Antara

Sumber : ANTARA (03/08/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 698-699.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: