Feb 132017
 

PRESIDEN DI TIMTIM, HUBUNGAN TERASA AKRAB

Presiden Soeharto dan rombongan Minggu siang jam 13.00 waktu setempat (12.00 WIB) tiba di Dilli, Timor Timur, dan langsung menjalin hubungan dengan rakyat setempat.

Presiden mengudara dari lapangan terbang Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu pagi jam 08.25 dengan pesawat DC-10 Garuda, dan mendarat di Baucau, Timor Timur, sekitar jam 12.00 waktu setempat. Dari Baucau, lapangan terbang Timtim yang bisa didarati DC-10 itu, Presiden meneruskan penerbangan ke Dilli dengan DC-8, sedangkan rombongan lainnya menumpang F-27 dan Hercules.

Kemarin petang, Presiden meresmikan stasiun relay TV di Dilli, setelah siang harinya meninjau perkemahan pramuka, di belakang gubernuran dan menyaksikan demonstrasi senam serta drumband yang dimainkan pramuka dan pelajar. Penampilan mereka mengesankan.

Pembicaraan Presiden dengan anak-anak sekolah maupun para anggota pramukapun nampak akrab, dan bersama Ny. Tien Soeharto, Presiden pun sempat mencicipi masakan para pramuka. Malahan Presiden juga ikut lomba mancing mainan.

Siaran Televisi

Stasiun relay TV di Dilli diresmikan Presiden dengan menekan tombol, tepat pada saat dimulainya siaran stasiun pusat TVRl Jakarta. Penerimaannya bagus, dan penduduk mengerumuni pesawat-pesawat televisi umum. Rupanya tidak sulit pula mereka menangkap siaran lawak, karena mereka nampak tertawa-tawa senang.

Di Dilli dan sekitarnya, menurut Dirjen RTF Sumadi, kini terdapat kurang lebih 116 pesawat TV, sedangkan stasion relay Dilli dibangun selama tiga bulan, dengan biaya seluruhnya Rp 150 juta. Dengan telah berfungsinya stasiun TV di Dilli itu, maka sekarang semua propinsi di Indonesia telah terjangkau siaran televisi, dengan pirsawan seluruhnya sekitar 78 juta orang. Diantaranya, 54 juta di wilayah pedesaan.

Akrab

Memberikan komentarnya mengenai kunjungan Presiden di Timor Timur ini, Dubes Muangthai antara lain mengatakan, bahwa nampak akrab hubungan Presiden dengan rakyat. Di lain pihak, rakyat Timor Timur sendiri kelihatan sudah merasa sebagai bangsa Indonesia. Duta besar Singapura-pun memberikan komentar senada.

Katanya, kalau rakyat Timtim sudah fasih berbahasa Indonesia, kesatuan rakyat Timtim dengan penduduk Indonesia di daerah-daerah lainnya pasti akan lebih terasa lagi. Katanya pula, sekarang sudah bereslah semua masalah Timor Timur.

Kedua duta besar negara tetangga itu mengikuti rombongan Presiden bersama Dubes Filipina dan Malaysia, serta Menteri Perhubungan, Menperdagkop, Menteri Pertanian, Menteri PAN, Menteri PU, Menteri P & K, Mensesneg, dan Gubernur Bank Sentral. Menhankam/Pangab Jendral Jusuf sudah mendahului tiba di Dilli. Kali ini rombongan wartawan yang menyertai Presiden-pun, cukup besar. Malahan yang terbesar dalam sejarah kunjungan Presiden ke Daerah: seluruhnya 46 orang. Enam belas diantaranya wartawan asing dari Australia, Belanda, Perancis, Jepang, Malaysia, dan mereka mewakili suratkabar, kantor berita, televisi serta radio.

Karena besarnya rombongan itulah, penerbangan dari Jakarta dilakukan dengan DC-10. "Saya sendiri bam sekali ini naik D-10,"kata Presiden kepada para wartawan dalam pesawat ketika menginspeksi pesawat itu didampingi Dirut Garuda Wiweko.

Minggu malam di gubernuran Dilli diselenggarakan malam ramah tamah, dengan pertunjukan kesenian daerah dan koor. Dalam acara ini Menteri Pekerjaan Umum Purnomosidi tampil memberikan pelajaran bermain angklung kepada muda-mudi Timtim. Para wartawanpun diajaknya tampil memeriahkan suasana. (DTS)

Dilli, Kompas

Sumber: KOMPAS (17/07/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 684-685.

  One Response to “PRESIDEN DI TIMTIM, HUBUNGAN TERASA AKRAB”

  1. Teringat zaman Indonesia masih jaya, entah kapan lagi Indonesia bisa punya presiden seperti Pak Harto

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: