PRESIDEN DAN ROMBONGAN TIBA KEMBALI DI TANAH AIR

PRESIDEN DAN ROMBONGAN TIBA KEMBALI DI TANAH AIR

 

 

Jakarta,Antara

Presiden dan Ny.Soeharto beserta rombongan Minggu malam tiba kembali ditanah air setelah lima hari melakukan lawatan ke Jepang yang tujuan utamanya menyampaikan belasungkawa serta menghadiri upacara pemakaman mendiang Kaisar Hirohito.

Tepat pukul 21.30 WIB pesawat DC-10 Garuda yang dinaiki rombongan Kepala Negara mendarat dibandara Halim Perdana kusumah Jakarta,setelah terbang tujuh jam dari bandara Haneda, Tokyo.

Kedatangan Presiden dan Ny.Tien Soeharto disambut oleh Wakil Presiden dan Ny.Sudharmono ditangga pesawat,dimana turut pula menyambut para menteri cabinet dan pejabat tinggi sipil dan militer.

Presiden dan 60 anggota rombongan termasuk Menteri Sekretaris Negara Moerdiono bertolak ke Jepang tanggal 22 Februari lalu. Kepala Negara dan lbu Tien menghadiri upacara pemakaman kaisar Jepang di Tokyo tanggal 24 Februari.

Minggu siang sebelum kembali ke tanah air, Presiden dan Ny.Soeharto melakukan kunjungan kehormatan atau audensi kepada Kaisar Akihito dan Permaisuri Michikodi istana ke kaisaran Jepang.

Sebelumnya,Minggu pagi, Presiden didampingi Menteri Moerdiono melakukan pertemuan dengan PM Noboru Takeshita di Istana Akasaka yang antara lain membicarakan kelanjutan bantuan Jepang untuk pembangunan diIndonesia.
Dalam kesempatan di ibukota Jepang itu, Presiden cukup banyak melakukan pertemuan dengan Negara wanasing lain yang juga sedang berada di negeri itu.

Pertemuan yang patut dicatat dalam sejarah adalah dengan Menlu Cina Qiang Qichen pada Kamis malam lalu, dimana kedua Negara bersepakat membuka jalan bagi normalisasi hubungan diplomatic yang terputus sejak tahun 1967.

Negarawan lain yang bertemu dengan Presiden Soeharto pada saat di Tokyo Adalah Presiden Jerman Barat Richardvon Weizsacker, Presiden Zambia Kenneth Kaunda, PM Tunisia Hedi Baccouchi, PM Lee Kuan Yew dari Singapura, PM Chatichai Choonhavan dari Thailand, Wakil Presiden Iran Mir Salim dan sejumlah tokoh terkemuka Jepang.

Acara lain selama di Tokyo adalah melakukan pertemuan silaturahmi dengan Anggota Perhimpunan Jepang Indonesia (Japinda) dan masyarakat Indonesia yang ada dinegara tersebut.

Wartawan ANTARA Achmad Faried yang ikut dalam lawatan itu melaporkan Bahwa selama di Jepang semua anggota rombongan boleh dikatakan tetap sehat, meskipun musim dingin di negeri itu masih sangat terasa. Pada siang hari suhu udara antara 3 sampai 7 derajat Celsius, sedang malam hari bias rata-rata empat derajat. Bahkan pada hari pemakaman kaisar, hujan dan angin kencang menerpa Tokyo dengan suhu udara rata-rata 2,8 derajat C. (SA)

 

 

Sumber:ANTARA(26/02/1989)
Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 72-73.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.