PRESIDEN BANTU 650 PASANG KB LESTARI DI NTT

PRESIDEN BANTU 650 PASANG KB LESTARI DI NTT

Kupang, Antara

Sejumlah 650 pasangan peserta Keluarga Berencana (KB) lestari lima dan sepuluh tahun di NTT, Rabu di Kupang, menerima bantuan Presiden Soeharto berupa bibit kelapa hibrida, yang diserahkan Wakil Gubernur NTT, G. Boeky, SH.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada dua pasang peserta KB lestari mewakili seluruh pasangan KB yang berhak menerimanya, masing masing pasangan W. Mone/Ny. Yohana Mone untuk peserta KB lestari sepuluh tahun dan pasangan Hengky Hayer/ny. M. Yosia Hayer untuk KB lestari lima tahun.

Seluruh pasangan peserta KB lestari itu berasal dari Kabupaten Kupang, sepuluh diantaranya berhak menerima piagam penghargaan dari Kepala Negara sebagai peserta KB lestari sepuluh tahun, sementara 150 pasangan untuk lima tahun menerima penghargaan kepala BKKBN Pusat.

Wakil Gubernur NTT berharap, mereka yang telah menerima bantuan bibit kelapa hibrida maupun piagam penghargaan Kepala Negara dan Kepala BKKBN Pusat, dapat menjadi contoh bagi kalangan generasi muda di NTT.

Sebab, katanya dengan ber-KB seseorang akan mampu mempertebal harga dirinya yang berarti pula akan tercipta suatu kerukunan dalam usaha membina kehidupan berumah tangga.

Keteladanan yang baik bagi kelangsungan program KB nasional mutlak diperlukan, bukan hanya untuk sekelompok manusia yang telah berumah tangga tetapi yang terpenting justru bagi generusi muda sebagai tulang punggung, harapan dan penerus cita cita perjuangan bangsa bangsa Indonesia.

Karena itu kepada generasi muda NTT Boelcy berpesan, mereka perlu melibatkan diri dalam program KB sekaligus berusaha sekuat kemampuan  untuk ikut menyukseskannya.

Penyerahan bantuan Kepala Negara dan piagam ini dilakukan seusai upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), 20 Mei 1987 di alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT di Oebobo, dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan.

Seusai menerima piagam tersebut, W. Mone (35) yang adalah karyawan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Tingkat INTI, menyatakan bahagia dan berjanji siap menjadi contoh yang baik bagi tetangga dan generasi mudadi sekitamya, agar mereka juga bisa ikut ambil bagian dalam program KB secara nyata.

Sumber: ANTARA (20/05/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 702-703

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: