Agu 082017
 

PRESIDEN BANGLADESH ERSHAD TIBA DI JAKARTA

 

 

Presiden Bangladesh, Hussain Muhammad Ershad dan Nyonya Ershad, Selasa siang tiba di Jakarta untuk kunjungan kenegaraan sampai hari Sabtu yang memusatkan pembicaraan pada usaha peningkatan kerja sama ke dua negara.

Presiden dan Ibu Tien Soeharto beserta Wakil Presiden dan Nyonya Umar Wirahadikusumah menyambut kedatangan tamu negara itu hingga di tangga pesawat Bangladesh Air Lines Boeing 707 yang membawa pasangan dari negara berpenduduk 101 juta jiwa itu.

Karena hujan cukup lebat, upacara berlangsung di ruang tunggu Bandara Halim Perdanakusumah dan tidak ada pemeriksaan barisan kehormatan. Akan tetapi penghormatan dentuman meriam 21 kali dan penghormatan kemiliteran tetap diberikan kepada tamu negara itu.

Presiden Soeharto telah memperkenalkan tamunya itu kepada para Menteri Kabinet Pembangunan IV, Korps Diplomatik dan pejabat tinggi negara lainnya.

Untuk menghormati kedatangan Presiden Bangladesh itu, Presiden Soeharto di Istana Negara Selasa malam mengadakan jamuan makan yang dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Ershad (57 tahun) pada hari Rabu di Istana Merdeka akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Soeharto setelah sebelumnya mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Tukar pikiran antara kedua kepala pemerintahan yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu akan dipusatkan pada kerjasama perdagangan dan teknik, di samping masalah internasional seperti Kampuchea, pendudukan Uni Soviet di Afganistan dan masalah regional lainnya.

Seperti dikemukakan oleh Dubes Bangladesh untuk Indonesia, Manzur Murshed beberapa waktulalu, Presiden Ershad akan menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap Indonesia untuk memimpin gerakan Non Blok pada periode mendatang.

Indonesia dipilih menjadi negara pertama yang dikunjungi Presiden Ershad setelah ia bulan lalu memenangkan Pemilu di Bangladesh karena ke dua negara memiliki hubungan yang sangat erat, kata Dubes Murshed.

Presiden dan Ibu Tien Soeharto berkunjung ke Bangladesh Nopember 1979, sementara Pangab Jenderal L.B. Moerdani dan Menteri Pemuda dan Olahraga Abdul Gafur juga melakukan kunjungan yang sama beberapa waktu lalu.

Selama lawatan Presiden Bangladesh di Indonesia akan ditandatangani naskah kerjasama di bidang Pemuda dan Olahraga.

Dalam rombongan Presiden Ershad ikut serta puteranya Shaad Ershad, di samping sejumlah menteri yaitu Menteri Penerangan Anwar Zahid, Menteri Jute Zafar Imam serta wakil Menlu Wajid Ali Khan Phani.

Begum Ershad selama di Jakarta akan mengunjungi Yayasan Pembinaan Anak Cacad (YPAC) di Jalan Hang Jebat Kebayoran Baru, Panti Asuhan dan Jompo di Cibubur dan pameran batik Danar Hadi di Hang Lekiu, Kebayoran Baru. Sore harinya mengunjungi TMII dan menyaksikan pertunjukan film di Keong Mas.

Presiden Ershad hari Kamis akan meninjau lndustri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) Bandung untuk kemudian ke Bali hingga hari Sabtu untuk selanjutnya meninggalkan Indonesia. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (13/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 16-17.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: