Feb 102017
 

PRESIDEN AKAN RESMIKAN PROYEK2 PEMBANGUNAN DI SULSEL

Presiden Soeharto yang akan mengadakan kunjungan kerja disertai Ny. Tien Soeharto dan beberapa Menteri tanggal 15 dan 16 Juni di Sulsel, akan meresmikan beberapa proyek pembangunan, antara lain jaringan microwave Indonesia timur, 39 jembatan, gedung DPRD Dati I Sulsel, gedung keuangan di Ujungpandang dan pengairan Tabo-tabo di Kabupaten Pangkep (65 km utara Ujungpandang).

Presiden dan Nyonya Tien beserta rombongan juga akan mengunjungi Pangkajene Sindereng menyaksikan demonstrasi pemberantasan hama wereng dan mekanisme pertanian menggunakan traktor2 mini.

Dalam kunjungan itu, Presiden disertai antara lain Mensekneg Soedharmono, Mendagri Amirmachmud, Menteri PU Purnomosidi, Menteri Pertanian Sudarsono, Sekdalopbang Solichin dan beberapa pejabat lain.

Jembatan2 Besar

Tigapuluh sembilan jembatan berat yang akan diresmikan Presiden Soeharto terbesar di poros jalan2 ekonomi di Sulsel, delapan diantaranya telah dirampungkan dan telah berfungsi, tujuh jembatan lainnya juga telah selesai namun belum digunakan karena jalan penunjangnya belum rampung, sedang yang lainnya penyelesaian fisik bam mencapai 30 sampai 50 persen.

Kedelapan jembatan yang sudah berfungsi itu masing2 jembatan Maros (panjang bentangan 101,20 meter), Pangkajene (81,20 m), Bungi (60,80 m), Jempue (60,80 m), Wiringtasi (46,10 m), Sampie (35,40 m), Libureng (15), dan jembatan Palakka (25 m).

Tujuh jembatan yang juga selesai tapi belum digunakan adalah jembatan Palleko, Maleleng, Limbangan, Batuputih, Kupa, Cabalu, dan Tarumpakae.

Panjang bentang ke-39 jembatan2 tersebut, 1,999,90 meter, dengan panjang jalan penunjang/penghubung 15,407 meter. Kecuali jembatan ke-39 yaitu jembatan Cimpu di Kabupaten Luwu yang dimasukkan belakangan dalam perencanaan dan baru akan dimulai pembangunan tersebut merupakan pelengkap jaringan jalan dipropinsi tersebut, yang sangat bermanfaat bagi perkembangan daerah yang mempunyai potensi ekonomi, penyaluran kelebihan hasil produksi dan pengembangan daerah yang mempunyai potensi sebagai daerah pemukiman transmigrasi.

Hubungan daerah transmigrasi Luwuk – Kabupaten Wajo dan Ujung Pandang dengan selesainya jembatan2 dan jalan yang menghubungkan Palopo – Malili yang saat ini sedang ditangani merupakan permulaan terlaksananya ide jalan trans Sulawesi.

Untuk pembangunan 39 Jembatan di Sulsel, pemerintah memperoleh bantuan dari Kanada sebesar 7.925 juta dollar Kanada, di mana pelaksanaan pembangunannya ditangani oleh kontraktor2 nasional.

Irigasi Tabo-tabo

Selain delapan buah jembatan yang akan diresmikan oleh Soeharto, juga akan diresmikan bendung Tabo-Tabo yang merupakan dari proyek irigasi Tabo-Tabo.

Lokasi bendung tersebut terletak di Kampung Tabo-Tabo sekitar 65 Km dari Kota Ujung Pandang. Sedangkan lokasi irigasinya meliputi Kecamatan Pangkajane, Marang2 Sigeri di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Mengenai proyek irigasi Tabo-Tabo secara keseluruhan dalam, tahun anggaran 1977/1978 telah dicapai kemajuan fisik 77,58 prosen dan dalam tahun anggaran ini diperkirakan akan mencapai kemajuan 81,68 prosen.

Secara fungsionil pada tahun anggaran 1977/1978 seluas 8.951 hadan pada akhir tahun anggaran ini direncanakan seluas 9.424 ha dari luas potensiil seluruhnya sebesar 11.538 ha termasuk percetakan sawah baru seluas 2.240 ha.

Walaupun proyek irigasi Tabo-Tabo secara keseluruhan bam akan selesai pada tahun 1980/1983, akan tetapi sejak tiga tahun terakhir ini oleh masyarakat petani setempat telah dimanfaatkan untuk penanaman padi gadu dan iringasi tersiernya telah sempurna, tanaman padi gadu itu dapat ditingkatkan menjadi 3.000 ha.

Biaya untuk pelaksanaannya sebelum Pelita I ditangani oleh Pemda setempat dan sejak Pelita I ditangani oleh Pusat dengan dana dari APBN. Biaya yang telah dipergunakan untuk proyek irigasi Tabo-Tabo ini sampai dengan Pelita II sebesar Rp 1,6 milyar.

Sampai dengan proyek selesai pada tahun anggaran 1982/1983 diperkirakan masih memerlukan dana sebesar Rp. 1,99 milyar.

383 SD Inpres di Sulsel

Presiden Soeharto menurut rencana akan meresmikan pula 383 gedung SD lnpres dengan biaya Rp. 1915.000.000,-.

Peresmiannya akan dilakukan secara simbolis dan serentak dengan beberapa proyek lainnya di gedung barn DPRD Sulsel, Jalan Gowa Jaya pada hari terakhir kunjungan Presiden didaerah itu.

Selain gedung baru SD Inpres, Presiden juga akan meresmikan 406 buah SD Negeri dan 220 Madrasah yang selesai direhabilitasi dalam tahun anggaran yang sama dengan biaya seluruhnya Rp 500.800.000,- serta pemasangan sumur pompa tangan pada tiap2 SD Inpres baru dengan nilai Rp. 13.405.000,-.

Dengan diresmikannya 383 gedung SD lnpres baru serta perbaikan 626 buah SD lainnya, maka sejak adanya Inpres SD tahun 1973/1974 sampai saat ini di Sulsel telah terdapat 3.894 buah gedung SD, yakni 1.583 gedung SD Inpres 1.746 buah gedung SD, 252 SD Swasta dan 313 Madrasah lbtidaiyah swasta.

Tinjau Mekanisasi Pertanian

Kepala Negara, menurut rencana juga akan meninjau langsung pelaksanaan mekanisasi pertanian di Propinsi Sulawesi Selatan.

Untuk itu, Presiden pada tanggal 15 Juni akan meninjau Kabupaten Sidrap, lebih kurang 200 km sebelah Utara Ujungpandang, guna menyaksikan kegiatan pembangunan pertanian pangan yang telah mentrapkan teknologi baru.

Sesuai dengan hasil survei yang dilaksanakan, daerah ini membutuhkan lebih kurang 7.470 buah traktor berkapasitas 12,5 sampai 15 tenaga kuda, sampai sekarang pengadaan traktor untuk petani baru mencapai 538 buah atau sekitar 7,2 persen dari kebutuhan.

Direktorat Alat2 dan Mesin Pertanian Ditjen Pertanian Tanaman Pangan, dalam surveinya tahun 1974 bekerjasama Dinas Pertanian Propinsi Sulsel, menetapkan dua kabupaten, masing2 Kabupaten Sidrap dan Pinrang sebagai daerah mekanisasi selektif

Dalam survei kedua, yang dilaksanakan tahun 1975, menetapkan lagi lima kabupaten masing2 Soppeng, Gowa, Maros, Pangkep, dan Polmas. Tahun 1976 Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gajah Mada, dalam survainya menetapkan lagi delapan kabupaten yang dapat melaksanakan mekanisasi pertanian yakni Kabupaten Bantaeng, Wajo, Bone, Bulukumba, Jeneponti, Sinjai, Takalar dan Luwu.

Dalam tahun 1976, Perhimpunan Ahli Mekanisasi Pertanian cabang Jakarta, menetapkan lagi tiga kabupaten, masing2 Barru, Enrekang dan Tana Toraja, sehingga dari 23 kabupaten/kotamadya dipropinsi ini telah ditetapkan 18 kabupaten sebagai daerah pengembangan mekanisasi selektif. (DTS)

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (18/06/1978) [1]

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: