Feb 162018
 

PRESIDEN AKAN HADIRI PERINGATAN HARKITNAS DI BALAI SIDANG

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto akan menyarnpaikan pidato pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Balai Sidang Jakarta tanggal 20 Mei, dan acara ini juga dimeriahkan oleh pagelaran lintas sejarah.

Menteri Penerangan Harmoko menjelaskan hal itu kepada wartawan sesudah melaporkan persiapan peringatan itu kepada Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Rabu. Harmoko yang menjadi Ketua Umum Panitia Peringatan Harkitnas didampingi Gubernur Jakarta Wiyogo Atrnodarminto selaku Ketua Pelaksana Peringatan Harkitnas Tingkat Pusat.

Harmoko mengatakan berbagai acara juga akan diselenggarakan baik di tingkat pusat rnaupun daerah antara lain sarasehan antargenarasi muda, lomba penulisan sejarah, pertandingan olahraga, kirab swadaya masyarakat di bidang penghijauan.

Ia mengatakan dalam sarasehan antar generasi muda itu yang berlangsung di Jakarta tanggal 26 Mei akan tampil pembicara utama Menteri Negara Ristek/Ketua BPP Teknologi Prof B.J Habibie yang berbicara tentang industrialisasi.

Harmoko mengatakan, dalam kirab nanti puluhan ribu pemuda dan pelajar akan menanami daerah yang rnereka lalui dengan beberapa jenis tanaman yang diharapkan

beberapa tahun mendatang sudah tumbuh dengan subur. Kirab ini merupakan hasil koordinasi Deptan, Dephut, Kwarnas, dan Karang Taruna.

Kirab yang berjarak 1.292 km ini akan dimulai di Banyuwangi tanggal 20 Mei dan 2 Juni di Anyer. Kegiatan ini akan melewati berbagai daerah antara lain Jateng, Yogyakarta, Jabar dan DKI Jakarta.

Presiden Soeharto dalam kesempatan ini memberikan petunjuk agar daerah­daerah yang dihijaukan itu diserahkan kepada pemda setempat yang kemudian meminta generasi muda setempat untuk memeliharanya.

Sementara itu, Gubernur Wiyogo mengatakan pagelaran yang memakan waktu sekitar 1,5 dua jam itu akan mengetengahkan semangat jiwa kejuangan.

 

 

Sumber : ANTARA(10/05/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 758-759.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: