Apr 172018
 

PRESIDEN AKAN BUKA PENAS VIII DAN PERTASI KENCANA DI MAGELANG

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto dijadwalkan akan membuka Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan (Penas) VIII dan Peringatan Hari Krida Pertanian Ke-18, Hari Koperasi Ke-43 dan Hari Program Keluarga Berencana (KB) Ke-21 (Pertasi kencana) di Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 15 Juli 1991.

Menteri Muda Pertanian Sjarifudin Baharsjah setelah melaporkan rencana penyelenggaraan Penas VIII dan Pertasi kencana kepada Wakil Presiden Sudharmono, SH di Istana Merdeka Selatan, Jumat mengatakan, Penas VIII dan Pertasi kencana akan diikuti oleh 7.000 orang peserta dan 14 petani dari Gambiayang saat ini berada di Lampung serta 14 petani dari negara anggota ASEAN.

Penas VIII Pertasi kencana tahun ini akan diramaikan dengan kegiatan Eksposisi Peternakan (Eksponak) 91 yaitu rangkaian kegiatan peragaan di bidang peternakan yang mencoba memvisualisasikan keberadaan dan potensi peternakan sebagai salah satu sarana motivasi, dinarnisasi dan evaluasi pembangunan peternakan.

Kegiatan lainnya yang akan berlangsung sampai 20 Juli 1991 adalah rembug utama, temu wicara, pameran, temu usaha, temu lapang, peragaan, temu karya, unjuk tangkas, lomba komoditi pertanian, kesenian, temu akrab, karya bhakti, olah raga, jumpa Perhiptani dan publikasi kepariwisataan.

Tema acara tersebut adalah “Dengan Semangat Penas VIII-Pertasi kencana 1991 Kita Mantapkan Petani Nelayan Tangguh, KUD Mandiri dan KB Mandiri yang Berwawasan Lingkungan Guna Mewujudkan Keluarga Sejahtera”.

Karena itu, katanya,Wakil Presiden Sudharmono menekankan agar persiapan penyelengaraan Penas VIII dan Pertasi kencana 1991 dilakukan sebaik-baiknya sehingga apa yang diperoleh petani nantinya dapat dimanfaatkan di daerahnya masing­masmg.

Dikatakan, Wakil Presiden sudah bersedia untuk menutup Penas VIII dan Pertasi kencana 1991, namun waktunya akan ditetapkan kemudian.

 

 

Sumber : ANTARA (21/06/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 656-657.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: