PRESIDEN AKAN BUKA PAMERAN KERAJINAN INDONESIA MASIH PERLU BAPAK ANGKAT SWASTA

PRESIDEN AKAN BUKA PAMERAN KERAJINAN INDONESIA MASIH PERLU BAPAK ANGKAT SWASTA

 

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

PRESIDEN Soeharto menurut rencana tanggal 26 Mei nanti akan membuka Pameran Kerajinan Indonesia dalam Interior 88 di Balai Sidang Jakarta. Pameran yang diselenggarakan Departemen Perindustrian dan Yayasan Tiara Indah itu akan berlangsung hingga 2 Juni 1988.

Dirjen Industri Kecil Trisura Suhardi bersama Danny Sudharsono dari Yayasan Tiara Indah dalam konperensi persnya kemarin mengatakan, latar belakang pameran antara lain untuk memperlihatkan hasil pembinaan dan metode pendekatan bapak angkat yang telah dilaksanakan selama ini.

Hingga saat ini, kata Trisura terdapat 30 pengusaha swasta, 12 BUMN yang berada di bawah Departernen Perindustrian dan 5 BUMN di luar Departemen Perindustrian telah bertindak selaku bapak angkat industri kecil.

Dengan pameran kali ini yang diikuti oleh sekitar 90 pengusaha industri kecil dari seluruh Indonesia diharapkan para pengrajin yang belum mendapatkan bapak angkat akan dapat menjalin hubungan dengan para pengusaha calon bapak angkat.

Pameran juga dimaksudkan untuk memperlihatkan kepada masyarakat potensi kerajinan Indonesia untuk keperluan tata ruang, karena selama ini masih banyak barang-barang ex impor yang digunakan untuk keperluan tata ruang, sementara potensi industri kecil cukup luas dan belum banyak dikenal.

Masih Memerlukan Bapak Angkat

Dirjen mengatakan, dengan sistem bapak angkat selama ini memang telah banyak para pengusaha industri kecil yang jauh lebih berkembang. Terutama dalam soal pemasaran hasil-hasil kerajinan. Tetapi pemerintah, menurut Trisura, masih memerlukan lagi bapak angkat lainnya dalam pembinaan industri kecil, terutama para pengusaha swasta.

Apa yang dilakukan oleh Yayasan Tiara Indah, menurut Dirjen merupakan salah satu wujud bapak angkat yang dilakukan oleh pihak swasta. Peranan bapak angkat amat penting, katanya, terutama dalam merubah sistem produksi tradisional menjadi sistem produksi yang semi modern.

Hal ini perlu jika dikaitkan dengan jumlah permintaan dari luar negeri yang begitu banyak, tetapi seringkali tidak bisa dipenuhi oleh para pengrajin yang masih bekerja dengan sistem produksi yang tradisional.

Pasaran barang-barang kerajinan industri kecil dewasa ini di luar negeri terbuka lebar. Masalahnya banyak dari pengusaha kecil yang tidak bisa melayani order yang besar, dengan waktu penyerahan yang tepat dan harga serta kualitas yang standar.

Ini misalnya terjadi ketika Korea memesan kotak tissue, penjepit tissue serta wadah pensil dari anyaman rotan masing-masing 10.000 buah untuk jangka waktu tiga bulan. Pengusaha kecil yang menerima order ini bingung.

Tetapi dengan adanya bapak angkat yang berhasil memecahkan masalah sistem produksi, pesanan itu kini sudah bisa diterima. Hal yang sama juga terjadi pada order anyaman bambu dan hiasan-hiasan dari kayu masing-masing untuk Amerika Serikat dan Jepang.

Sementara itu Danny Sudharsono dari Tiara Indah mengatakan, yayasan ini bertujuan memajukan para pengusaha industri kecil. Kendati didirikan sejak tahun 1984, tapi ia mengakui inilah pameran pertama yang diselenggarakan bersama pihak pemerintah dalam rangka mencarikan bapak angkat bagi industri kecil.

Danny mengatakan, kunjungan ke daerah-daerah yang dilakukan oleh pihak yayasan selama ini dimaksudkan untuk mencari informasi mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para pengusaha industri kecil di daerah.

Bahan-bahan ini kemudian ditampung. Jika masalahnya merupakan kesulitan peralatan kerja, yayasan akan membantu memberikan peralatan untuk dipergunakan dalam kelompok para pengrajin secara gratis.

Tetapi jika masalahnya menyangkut kesulitan pemasaran, yayasan akan mencoba mencarikan bapak angkat untuk memasarkan barang-barang kerajinan mereka.

Dalam pameran akan ditampilkan barang-barang kerajinan dengan disain baru untuk keperluan interior, seperti interior hotel, restoran dan rumah tinggal. Barang yang disajikan juga beranekaragam dari mulai produk logam, kayu, keramik, tenun, anyaman, dll.

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (24/05/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 308-309.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.