Mei 162017
 

PRESIDEN AJAK MENELITI DIRI MASING-MASING

Peringatan Nuzulul Qur’an

Presiden Soeharto mengajak umat Islam untuk meneliti diri masing-masing, berapa jauh berhasil mengikuti dan melaksanakan ajaran kitab Suci Al Qur’an.

”Pertanyaan tadi penting kita renungkan justru dewasa ini secara lahiriah dan duniawiah kehidupan manusia makin penuh tantangan dan khususnya lagi karena pembangunan bangsa kita mencapai banyak kemajuan,” kata Kepala Negara dihadapan ribuan umat Islam yang berkumpul di Masjid Istiqlal, Minggu malam, untuk memperingati Nuzulul Qur’an.

Upacara memperingati turunnya Al Qur’an pertama-kali itu dihadiri pula oleh para kepala perwakilan asing di Jakarta, terutama negara-negara Islam. Nuzulul Qur’an adalah hari puasa ke-17 bertepatan dengan turunnya ayat pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira tahun 632 M.

Dr. Haji Roeslan Abdulgani dalam uraiannya mengenai Nuzulul Qur’an mengatakan, mau tidak mau orang akan menyimpulkan seperti diakui oleh kaum orientasi Barat, kalimat, kata dan aksara dari seluruh Al Qur’an, tetap murni sesuai dengan keasliannya, sewaktu di turunkan Al Qur’an berisi 114 surat, 6.666 ayat dan 345.000 huruf yang dibagi dalam 30 juz.

Sementara itu Menteri Agama H. Alamsyah, apabila selama ini Pemerintah berusaha untuk memantapkan kerukunan hidup intern dan antar umat beragama tidak lain adalah untuk memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebab, kita tidak menginginkan adanya keresahan keretakan yang mungkin ditimbulkan karena masalah agama,” demikian Menteri Agama Alamsyah. (DTS)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (20/07/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 503-504.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: