Agu 142018
 

PRESIDEN ADAKAN PEMBICARAAN DENGAN PM DAN PRESIDEN INDIA[1]

New Delhi, Suara Karya

Presiden Soeharto, tepat pukul 14.00 waktu India atau pukul 15.30 WIB, Rabu, tiba di New Delhi, India, untuk memulai kunjungan kerjanya selama 3 hari, 15-17 Desember mendatang. Selain menghadiri acara utama KIT Pendidikan Untuk Semua (Education for All), hari ini, Kamis, semalam Kepala Negara, melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden India, Shankara Dayal Sharma di Istana KePresidenan Rashtrapati Bhavan. Setelah itu, sekitar 30 menit kemudian Presiden Soeharto dijamu santap malam empat mata oleh Perdana Menteri India Narasimha Rao, demikian laporan wartawati Suara Karya Nenny Kristyawati dari New Delhi semalam.

Presiden bersama rombongan dengan menggunakan pesawat DC10 Garuda yang dikomandani Kapten Soejono kemarin mendarat mulus di Pangkalan Udara Palam, New Delhi. Di tangga pesawat Kepala Negara disambut oleh Menteri Keuangan India, Dr. Manrnouhan Singh, Menlu India JN Dixit, Dirjen UrusanAsia Dr. Shelkan Sharma, Menlu Ali Alatas dan Mendikbud Wardiman Djojonegoro.

Presiden dan rombongan menempuh perjalanan selama 6,5 jam. Bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, tepat pukul 08.55 WIB, keberangkatan Presiden diantar oleh Wakil Presiden Try Sutrisno, Menko Polkam Soesilo Soedarman, Menko Indag Hartarto, Menko Eku Wasbang Saleh Affif, Pangab Jenderal Feisal Tanjung dan sejumlah Menteri Kabinet Pembangunan VI.

Setelah beristirahat di Hotel Sheraton, tempat menginap selama kunjungannya di New Delhi, Kepala Negara pada pukul 20.00 WIB mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden India Shankara Dayal Sharma di Istana KePresidenan Kepala Negara mengadakan pembicaraan dengan Presiden India. Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit, berakhir pada pukul 20.30 WIB.

Setelah itu, sekitar 30 menit berikutnya, Presiden Soeharto dijamu santap malam empat mata oleh PM India Narasirnha Rao. Pada waktu yang sama, di tempat terpisah, diadakan jamuan santap malam yang dihadiri oleh Mensesneg Moerdiono, Menlu Ali Alatas, Ketua Badan Pelaksana Gerakan Non Blok (GNB) Nana Sutresna dan Dubes RI untuk India A. Sahala Rajagukguk dengan para pejabat India.

Kamis pagi ini, Presiden menghadiri pembukaan KIT Pendidikan Untuk Semua. KTT yang dihadiri 9 negara berkembang anggota GNB berpenduduk padat ini akan dibuka oleh Presiden Shankara Dayal Sharma. Ke sembilan negara itu adalah Bangladesh, India, Indonesia, Pakistan, Mesir, Meksiko, Cina, Brasil dan Nigeria.

KTT Pendidikan Untuk Semua ini nyaris batal, menyusul ditundanya penyelenggaraan KIT G-15 yang dijadwalkan diadakan sebelumnya di tempat sama.

Presiden Soeharto dalam pembukaan KTT akan menyampaikan pengalaman Indonesia di bidang pendidikan. Pengalaman Indonesia ini diharapkan bermanfaat bagi negara-negara lain.

Seusai menghadiri pembukaan KTT, Presiden Soeharto akan menerima Wakil PM Cina Lilan Qing, di tempat Kepala Negara bermalam. Sore harinya, Presiden menghadiri pertemuan tidak resmi pada ketua delegasi KIT Pendidikan Untuk Semua di Vigyan Bhavan. Setelah itu mereka menuju ruang konperensi untuk menghadiri acara penutupan KTT. Dalam kesempatan ini akan dibacakan adopsi deklarasi dan rencana hasil KTT. Penutupan KTT akan dilakukan oleh PM Narasimha Rao.

Malam harinya Presiden dijamu santap malam oleh Presiden India. Karena bukan merupakan kunjungan kenegaraan, dalamjamuan itu kedua kepala negara tidak menyampaikan pidato. Jumat sore, Presiden dan rombongan dijadwalkan akan kembali ke tanah air. (N-1)

Sumber : SUARA KARYA (l6/12/1993)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 315-316.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: