Feb 142018
 

POTONGAN TUMPENG

 

 

Jakarta, Kompas

“PERKAWINAN kami dilangsungkan pada tanggal 16 Desember 1947 di Solo, pada waktu saya berusia 26 tahun dan Hartinah, istri saya, dua tahun lebih muda dari saya,” demikian Presiden Soeharto (68) menceriterakan pernikahannya dengan Ny. Tien Soeharto (66) dalam otobiografi Soeharto Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, yang terbit tahun 1989 ini.

Pernikahan Letnan Kolonel Soeharto dengan Siti Hartinah, putri kedua keluarga Soemoharyomo pada 42 tahun lalu,diperingati Selasa malarn lalu (26/12) di kediaman keluarga Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta.

Acara yang berlangsung sederhana, hanya dihadiri anak, cucu dan keluarga terdekat. Pernikahan itu dikaruniai 6 anak, 3 orang putra dan 3 putri serta sembilan cucu. Potongan tumpeng pertama diberikan oleh Presiden Soeharto kepada anak tertua, Ny. Siti Hardiyanti Indra Rukmana (39).

Dalam biografinya, Presiden Soeharto menuturkan, perkawinan yang dilangsungkan sore hari, disaksikan oleh keluarga dan teman-teman Hartinah. Cukup banyak yang datang, sebab keluarga Pak Soernoharjorno cukup terpandang dan disegani di kota ini. Dari pihak Pak Karto hadir adiknya Soelardi dan kakaknya.

“Tetapi kejadian yang bagi saya amat penting ini, sayang tak ada yang mengabadikannya dengan potret. Maklumlah keadaan serba darurat, tutur Presiden Soeharto, serata mengemukakan pula,” Tiga hari sesudah perkawinan, saya boyong istri saya ke Yogya.

Saya harus kembali menjalankan tugas militer saya, dan kemudian istri saya mulai dengan tugasnya sebagai istri Komandan Resimen. Dunia baru baginya, sekalipun sebelum ini ia giat dalam Palang Merah, dekat dengan barisan-barisan pejuang.

Alhasil, perkawinan kami tidak didahului dengan cinta-cintaan seperti dialami oleh anak muda di tahun delapan puluhan sekarang ini. Kami berpegang pada pepatah witing tresna jalaran sakakulina, datangnya cinta karena bergaul dari dekat.

 

 

Sumber : KOMPAS(27/10/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 711-712.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: