Okt 122018
 

PLTGU TANJUNG PRIOK TELAN INVESTASI RP 1,6 TRILIUN[1]

 

Jakarta, Antara

Pembangunan Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok dengan kapasitas 1.185 Mega Watt (MW) yang menelan investasi Rp1,6 triliun kini sudah memasok daya ke dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali. Pemimpin PLN Proyek Induk Pembangkit Termal (Pikiterm) Jawa Barat dan Jakarta Raya, Ir.Hadi Darmono, kepada pers, Jumat, mengatakan bahwa Presiden Soeharto menurut rencan akan meresmikan pengoperasian PLTGU tersebut 18 Januari 1994.

Biaya pembangunan PLTGU Tanjung Priok itu sebagian besar diperoleh dari pinjaman luar negeri antara lain dari pemerintah Swiss, Jerman dan Bank Eksim Jepang, di samping dari anggaran pemerintah Indonesia. Pembangkit listrik itu, yang pembangunannya dikerjakan oleh konsorsium utama Swiss-Jepang Asea Brown Bovery (ABB) dan Marubeni, seluruhnya mempunyai deIapan unit pembangkit terdiri atas enam unit gas turbin (PLTG) 6×130 MW dan dua unit turbin uap (PLTU) dengan kapasitas 2X200 MW.

“Pembangkit yang akan diresmikan Presiden Soeharto adalah empat unit PLTG 4X130 MW yang masih menggunakan sistem daur tunggal (open cycle), sedangkan unit-unit lainnya akan dioperasikan secara bertahap pada Januari 1995,” kata Hadi yang didampingi Kepala Proyek Ir.Henry Pattie.

Dijelaskan, keistimewaan PLTGU tersebut adalah dapat dioperasikan dengan menggunakan gas alam sebagai bahan bakar utama yang diambil dari lapangan Arco di Laut Jawa, serta dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Lokasi proyek yang menghadap ke Laut Jawa itu terletak di Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Sebelumnya lokasi PLTGU yang berdiri di atas areal 11,5 hektar itu merupakan bekas kompleks perum ahan PLN. Pembangunan pembangkit listrik ini merupakan salah satu proyek “crash programme “PLN dalam upaya mengatasi keterbatasan tenaga listrik, terutama untuk sektor industri. (T-PE01/3:50AM 1/14/94/EUOl/14/01/94 15:59/RE3).

Sumber: ANTARA (14/01/1994)

_________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 191-192.

 Posted by at 17:00

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: