Jul 202017
 

PII HARUS ATASI PEMBAJAKAN TENAGA KERJA INSINYUR

PERSIDEN :

Presiden Soeharto menyatakan, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) harus mampu mengatasi masalah pembajakan tenaga kerja insinyur yang banyak terjadi di negara ini. Sebab bila keadaan itu dibiarkan terus menerus, pada saatnya Indonesia tinggal landas dalam pembangunan akan menghadapi berbagai ketimpangan.

Hal itu dikemukakan Kepala Negara di Bina Graha, Kamis ketika menerima para Dewan Pembina dan Pengurus PII yang diketuai Prof. DR. Ing. BJ. Habibie (Ketua Dewan Pembina) dan Ir.Sumantri selaku Ketua Umum PII.

Menurut Habibie, masalah pembajakan tenaga insinyur itu sekarang sudah pada tingkat yang meresahkan. Di samping tenaganya memang masih sangat terbatas, biasanya untuk melatih dan membina seorang insinyur yang baru masuk kerja membutuhkan waktu selama 6 sampai 12 bulan.

Kenyataannya, sebelum mencapai 12 bulan para insinyur itu sudah dibajak dan pindah ke perusahaan lain. Padahal perusahaan pertama telah mengeluarkan biaya besar untuk melatih dan membina insinyur tersebut.

Kalau kebiasaan seperti itu menjadi tradisi maka para ahli teknik itu akan terus menerus pindah kerja dan merugikan banyak perusahaan.

Dijelaskan, jumlah insinyur di seluruh Indonesia saat ini sekitar 36.000 orang, separuh diantaranya merupakan insinyur pertanian. Sementara pertambahan insinyur dari Perguruan Tinggi tiap tahun hanya sekitar 3.200 orang.

Habibie belum bisa menyebut jumlah ideal yang dibutuhkan. Tapi disebutkan di Jepang misalnya sekarang memiliki 3,5 juta insinyur dan tiap tahun bertambah 74.000 orang. Diantaranya 20.000 sampai 30.000 adalah insinyur elektronika.

Menurut Habibie di Indonesia banyak insinyur yang beketja tidak sesuai dengan bidangnya. Ada yang pegawai negeri biasa, manajer perusahaan bahkan ada pula yang jadi wartawan. Penyimpangan itu disebabkan karena jumlah proyek masih sangat terbatas. “Tapi sekarang tidak lagi begitu” kata Habibie.

Presiden sendiri minta agar produksi insinyur oleh Perguruan Tinggi dilipat duakan menjadi sekitar 15.000 orang tiap tahun. Karena itu pula, sejak September lalu PII melalui Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia telah membuka Institut Teknologi Indonesia.

Kampusnya sedang dibangun di Puspitek, Serpong Sampai sekarang ITI telah memiliki 819 mahasiswa. (RA).

 

 

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (07/12/1984)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 992-993.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: