PIAGAM KEPENDUDUKAN BUAT PAK HARTO

PIAGAM KEPENDUDUKAN BUAT PAK HARTO

 

 

New York, Antara

DUKUNGAN Presiden Soeharto yang tidak kepalang tanggung terhadap kebijakan kependudukan, yang diberikannya baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan Indonesia berbeda dari banyak negara berkembang lainnya.

Sementara banyak kepala negara lainnya mendorong program tersebut dengan kebijakan dan pidato-pidato, Presiden Soeharto berbuat lebih jauh dengan menghadiri sendiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

Ungkapan ini tercantum dalam sebuah laporan PBB “The review of the component on the Indonesia population programme and recommendation for IEC planning 1987-1991, hal. 19, 20”.

Presiden Soeharto menanggapi keberhasilan program KB sebagai keberhasilan seluruh program pembangunan nasional dan hasil karya seluruh rakyat Indonesia.

Tetapi dunia internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa melihat peranan pribadi Presiden Soeharto yang menonjol di dalamnya. Karena itu, piagam kependudukan PBB tahun 1989 diberikan kepada pribadi Pak Harto.

Komite menjatuhkan pilihannya kepada Presiden Soeharto. Menurut Ketua Komite Dubes Meksiko (waktu itu) Mario Moya Palencia, Soeharto bukan hanya berhasil mendorong program kependudukan di negerinya, tapi juga memberi ilham kepada pemimpin-pemimpin negara berkembang lainnya.

Seorang anggota komite lainnya mengatakan kepada ANTARA, di bawah kepemimpinan Soeharto kebijaksanaan kependudukan Indonesia mendapat penggarisan yang tegas. “Dalam setiap GBHN, komitmen pemerintah kepada program tersebut, dijelaskan secara tegas,” katanya.

Indonesia baru melancarkan program keluarga berencana yang betul-betul terencana sejak pemerintah Orde Baru, yang dimulai dengan penandatanganan oleh Presiden Soeharto atas deklarasi kependudukan yang bersejarah tahun 1967, bersama-sama 26 pemimpin dunia lainnya.

Setahun kemudian Presiden Soeharto mengeluarkan keputusan yang merupakan kerangka dasar dari suatu program KB yang luas, yang disusul dengan pembentukan Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Tidak Terpisahkan

Program KB secara resmi dinyatakan sebagai bagian tak terpisahkan dari program pembangunan nasional, dan pemerintah menyediakan anggaran tahunan khusus yang terus meningkat, sejalan dengan makin luasnya pelaksanaan program tersebut di seluruh Indonesia.

Dalam GBHN 1978, program KB dijadikan salah satu prioritas dengan tujuan memperkecil tingkat kesuburan. Untuk mensukseskan program KB, pemerintah telah melakukannya melalui berbagai macam cara, termasuk rangsangan dalam masalah perpajakan, peningkatan pendapatan bagi keluarga akseptor, undang-undang usia minimum perkawinan, serta upaya-upaya memperbaiki kedudukan kaum wanita. Sasaran yang hendak dicapai, adalah menekan tingkat pertumbuhan penduduk menjadi 2,1 persen tahun 1984 dan 1,5 persen tahun 1990.

Satu aspek yang unik dari program KB Indonesia dibanding negara-negara lainnya adalah keterpaduannya di dalam rencana pembangunan lainnya.

Dalam hal ini, Presiden sebagai mandataris MPR bertanggungjawab menjamin kordinasi yang diperlukan untuk semua kegiatan terintegrasi tersebut, harus dapat terlaksana dengan baik, membangkitkan kesadaran bahwa mempunyai banyak anak merupakan perintang langsung bagi usaha memperbaiki kesejahteraan keluarga, mendapat prioritas utama.

Melalui program lintas sektoral seperti peningkatan pendapatan, perbaikan pertanian, pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan gizi, program imunisasi dan pelayanan sosial terpadu, menjadikan masalah KB bukan hanya masalah membagi­bagi alat kontraseptif. KB menjadi satu rangkaian usaha yang luas, yang meliputi pula usaha meningkatkan taraf hidup dalam hubungannya dengan prinsip keluarga kecil, sehat dan bahagia.

Kegiatan antar departemen yang demikian luas, tak mungkin dapat dilaksanakan dengan berhasil tanpa suatu kepemimpinan dan komitmen dari atas. Presiden Soeharto lah yang membuat komitmen dan menjalankan kepemimpinan tersebut.

Dari mulai membagi-bagikan bibit kelapa kepada keluarga akseptor sampai kepada mengkordinasikan rapat tingkat kabinet tentang kesejahteraan keluarga, Pak Harto telah membuktikan komitmennya yang kuat terhadap masalah tersebut.

Salah satu contoh keterlibatan langsung presiden dalam kegiatan operasional KB, adalah dalam satu safari KB di Bogor, di hadapan sekitar 10.000 pengunjung, dia langsung membahas cara penggunaan kontraseptif yang benar.

Presiden Soeharto telah pula mengembangkan sistem pemberian penghargaan untuk mempertahankan kesinambungan para akseptor, dengan memberikan piagam dan medali kepada akseptor yang sudah menggunakan kontraseptif selama 15tahun, setiap tahun, 5.000 anak dari keluarga para ekseptor menerima beasiswa.

Tanggal 3 Desember 1988, Presiden Soeharto sudah memperoleh penghargaan dan pengakuan internasional tentang keterlibatannya yang langsung dalam masalah kependudukan, ketika lembaga kependudukan (The population institute) di Washington, DC memberikan kepadanya piagam kependudukan negarawan dunia (The global statesman in population award).

Waktu itu presiden soeharto telah pula memperingatkan kepada dunia, bahwa pertumbuhan penduduk bukan masalah masing-masing negara, tapi merupakan masalah seluruh dunia, dan usaha menanggulangi pertumbuhan penduduk yang cepat harus dilakukan oleh semua bangsa.

Menurut ukuran internasional, hasil program KB Indonesia sangat mengesankan. Antara tahun 1970 dan 1978, tingkat kelahiran baku (Crude birth rate-CBR) telah berhasil ditekan dari 48,8 persen menjadi 28,5 persen. Tingkat kesuburan total turun dari 5,6 menjadi 3,4 persen. Rata-rata jumlah keluarga turun dari 3,9 menjadi 3,0 tingkat pertumbuhan penduduk pada waktu ini ditaksir 2,0 persen setahun.

Kegiatan seorang kepala negara dalam mensukseskan sebuah program nasional, sangat besar artinya, karena selalu mendapat perhatian dan peberitaan besar media massa. Dukungannya pada program itu dapat merupakan isyarat bagi pejabat-pejabat lainnya untuk berbuat lebih giat, dan memberikan dorongan moral dan kegairahan kepada petugas-petugas lapangan.

Seperti yang ditulis Population cornnunication services dari the Johns Hopkins University di Baltimore, untuk menjamin kesinambungan dukungan dari tingkat pemerintah tertinggi, program kependudukan-dalam dunia, politik nyata-harus mampu mengembangkan landasan dan kemauan politiknya sendiri.

Jaringan kerja yang terinci dari organisasi masyarakat yang terlibat dalam program kependudukan, yang berhasil menunjukkan kemampuannya mengerahkan rakyat (antara lain dengan safari­safari), adalah satu kekuatan politik yang tak mudah dilenyapkan. Karena itu, Indonesia mungkin sedang membuat peta politik dengan dimensi baru dalam program pembangunan kependudukan, sebagai model bagi negara-negara lainnya.

Seorang pakar kependudukan, Donald Warwick Pr, menulis dalam Population and development review sebagai berikut: “…program KB Indonesia dianggap model bagi pengendalian kesuburan yang disponsori pemerintah di negara-negara berkembang,” katanya.

Lebih dari hanya menandatangani keputusan dan memberikan jarninan lisan, Presiden Soeharto langsung menghadiri upacara penghargaan bagi keluarga yang menjadi akseptor KB selama bertahun-tahun, berfoto dengan pejabat KB, dan ambil bagian dalam kegiatan umum lainnya atas nama KB.

Suatu hal yang sangat penting menurutnya adalah dukungan Presiden Soeharto yang terns berlanjut untuk anggaran KB, meskipun pemasukan pendapatan pemerintah berkurang, seperti di tahun 1986.

Melalui Menlu Ali Alatas Presiden RI menyatakan, akan hadir sendiri menerima Piagam Kependudukan PBB tanggal 8 Juni. Dari Sekjen PBB Javier Perez de Cuellar. Diplomat-diplomat PBB menyambut hangat keputusan tersebut, sebagai satu bukti lagi akan perhatian besar presiden dalam masalah kependudukan dunia.

Menurut mereka, kunjungan presiden tersebut nanti diharapkan akan membantu lebih mendorong upaya program kependudukan di negara berkembang lainnya.

 

 

Sumber : ANTARA(16/04/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 801-804.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.