Apr 202017
 

PETANI DAN NELAYAN DI BUTON INGIN SOEHARTO KEMBALI JADI PRESIDEN

Kaum tani dan nelayan di daerah Kabupaten Buton, Propinsi Sulawesi Tenggara, mendukung sepenuhnya Presiden Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Nasional dan menginginkan supaya Soeharto kembali menjadi presiden RI untuk masa jabatan berikutnya.

Kepala Seksi Penerbitan Kandep Penerangan Kabupaten Buton Ni Said mengatakan, tekad bulat kaum-tani dan nelayan itu dicetuskan dalam musyawarah mimbar sarasehan kontak tani dan nelayan se-Kabupaten Buton baru-baru ini di besa Ngkaring-Karing Kecamatan Wolio, Kabupaten Buton Propinsi Sulawesi Tenggara.

Musyawarah mimbar sarasehan itu diikuti sebanyak 70 orang petani dan nelayan mewakili berbagai kelompok tani dan nelayan dari berbagai pedesaan dan: kecamatan. Kaum tani dan nelayan di daerah itu mendukung Presiden Soeharto sebagai Bapak

Pembangunan Nasional dan mengusulkan kepada MPR hasil Pemilu 1982 nanti supaya memilih kembali Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan berikutnya demi kemantapan dan kesinambungan pembangunan nasional bangsa Indonesia, kata Ni Said.

Sukseskan Swasembada Pangan

Mereka juga mengambil kesepakatan bertekad bulat siap melaksanakan pembangunan sub-sektor pertanian untuk menyukseskan usaha swasembada pangan di akhir Pelita III nanti.

Musyawarah itu diikuti pula utusan-utusan wanita tani dan nelayan, taruna tani dan nelayan, ahli andalan tani dan nelayan serta kontak tani-nelayan juara Insus dari berbagai kecamatan.

Bupati Buton Hamzah di depan peserta mengatakan, selama Orde Baru perhatian pemerintah terhadap pembinaan dan pengembangan kemampuan dan keterampilan petani dan nelayan cukup besar. Berbagai organisasi wadah kegiatan produksi tani dan nelayan dibentuk dan berbagai jenis fasilitas sarana produksi diberikan.

Semuanya bermaksud membantu kaum tani dan nelayan meningkatkan produksi, meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga masyarakat pedesaan.

Wadah mimbar sarasehan merupakan forum komunikasi petani dan nelayan, baik antar sesama masyarakat tani dan nelayan, maupun antara petani-nelayan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat yang erat hubungan tugas dan profesinya dengan pembangunan pertanian dan kenelayanan.

Melalui wadah itu semua permasalahan kehidupan petani dan nelayan dapat diatasi bersama-sama guna memperbaiki kesejahteraan hidup keluarga dan peningkatan produksi pangan, kata Bupati Hamzah. (DTS)

Kendari, Antara

Sumber: ANTARA (22/09/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 146-147.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: