Des 062017
 

PESAN SEKJEN PBB PADA SIDANG ESCAP KE-44

Jakarta, Antara

Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar memuji Indonesia yang menyelenggarakan sidang Komisi Ekonomi Sosial Asia dan Pasifik (ESCAP) di Jakarta karena dengan demikian, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kerjasama regional.

“Kesediaan (Indonesia) untuk menyelenggarakan forum regional antarpemerintah itu menunjukkan adanya indikasi lebih lanjut dari komitmen Indonesia untuk meningkatkan kerjasama regional dalam bidang ekonomi dan sosial,” kata de Cuellar dalam pesannya yang dibacakan oleh Sekretaris Eksekutif ESCAP S. Kibria.

Pesan Sekjen PBB itu dibacakan pada pembukaan sidang tahunan ESCAP ke- 44 yang dibuka Presiden Soeharto di Balai Sidang Senayan Jakarta. Sidang akan berlangsung sampai tanggal 20 April.

De Cuellar menilai kemajuan dalam segala bidang yang dicapai Indonesia meski dalam suasana perekonomian yang kurang menguntungkan itu ”telah menarik parhatian internasional.”

Sidang yang dihadiri oleh sekitar 750 orang dari 47 negara 38 diantaranya anggota penuh ESCAP dan berlangsung di Hotel Borobudur Intercontinental itu mengambil tema sentral pengembangan sumber daya manusia.

Menurut de Cuellar, pengambilan tema ini sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh negara-negara di Asia Pasifik, yang berpenduduk lebih dari 2,7 miliar atau 56 persen dari keseluruhan penduduk dunia yaitu lima miliar.

Aksi terpadu

Ia menyatakan puas dengan adanya rencana sidang untuk mengesahkan sebuah rencana aksi (plan of action) terpadu mengenai pengembangan sumber daya manusia untuk masa depan negara-negara di kawasan Asia Pasifik itu.

Menurut de Cuellar, kawasan Asia Pasifik dalam tahun-tahun terakhir ini telah menunjukkan vitalitas dan dinamisme yang menggembirakan, meskipun terjadi penurunan harga komoditi, meningkatnya beban utang dan adanya langkah-langkah proteksionisme, yang semuanya menghambat upaya pembangunan.

Namun demikian, de Cuellar tidak menutup mata tentang adanya sejumlah negara Anggota ESCAP yang masih miskin, termasuk di kawasan Pasiflk, yang semuanya masih memerlukan dukungan dan bantuan khusus untuk mempercepat kemajuan mereka.

Menurut de Cuellar, hanya sejumlah kecil saja negara di Asia Pasiflk telah berhasil bertahan bahkan mampu menyelaraskan diri dengan keadaan ekonomi yang terus berubah.

“Sungguh prestasi ekonomi yang cemerlang yang mereka capai telah menjadi sumber kekuatan yang dasyat bagi negara berkembang lainnya,”demikian de Cuellar.

Memang ada 11 negara di Asia Pasifik yang dikategorikan sebagai negara miskin, yaitu Afganistan, Bangladesh, Bhutan, Burma, Kiribati, Laos, Maladewa ,Nepal, Samoa, Tuvalu dan Vanuatu sedangkan negara yang dianggap paling maju, bahkan sering disebut negara industri barn (NICS), yaitu Taiwan, Hong Kong, Singapura dan Korea Selatan.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA(11/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 290-291.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: