Sep 222017
 

PESAN PRESIDEN SOEHARTO KONGRES KE-10 ISEI

 

 

 

Denpasar, Antara

Presiden Soeharto mengingatkan semua pihak agar terus memperkuat struktur ekonomi, dan tidak mudah tergoncang oleh perkembangan ekonomi dunia yang masih serba tidak menentu.

Peringatan Kepala Negara ini dibacakan Menko Ekuin dan Pengawasan Pembangunan, Prof. Dr. Ali Wardhana pada pembukaan kongres ke-10 Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di hotel Nusa Dua Beach, Bali, hari Senin.

Presiden mengatakan, berbagai perkembangan ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir telah sangat mempengaruhi ekspor Indonesia, terlebih lagi fluktuasi harga minyak bumi yang sulit diduga.

Sebagai negara yang menganut sistem ekonomi terbuka, demikian kata Presiden, tidak bisa tidak kita akan terpengaruh oleh berbagai perkembangan dunia, saat perkembangan itu membaik ataupun sebaliknya.

Sistem perekonomian yang terbuka mengharuskan Indonesia berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan penerimaan devisa melalui ekspor yang beranekaragam.

Jika ada perkembangan yang tidak menggembirakan pada ekspor salah satu komoditi, misalnya minyak bumi, maka perekonomian Indonesia tidak akan mengalami kelesuan.

Oleh sebab itu, usaha yang terus menerus harus kita lakukan ialah memperluas dan memperbesar ragam ekspor non migas dengan memproduksi barang ekspor yang menghasilkan nilai tambah lebih besar.

Dengan demikian, selain meningkatkan devisa negara, usaha ini juga akan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Kita semua merasa berbesar hati karena dalam beberapa tahun terakhir ini, terlihat bahwa nilai, jumlah dan jenis barang ekspor kita meningkat, baik barang-barang hasil industri, pertanian maupun jasa-jasa seperti pariwisata,” tambah Kepala Negara.

Presiden Soeharto mengingatkan para sarjana ekonomi Indonesia supaya berperan aktif dalam pembangunan dan mampu memberikan saran-saran konstruktif dalam rangka mengembangkan lebih lanjut kebijaksanaan pemerintah dalam bidang ekonomi.

Ketua umum pengurus pusat ISEI, Dr. Arifin M. Siregar melaporkan, kongres yang berlangsung sampai 9 September itu diikuti 600 peserta, akan melakukan pula pemilihan pengurus baru.

Menurut Arifin, konggres ini juga bertujuan memperoleh masukan yang akan disumbangkan bagi penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Hasil kongres akan dilaporkan kepada Presiden.

Pada konggres ini akan diajukan 21 makalah, antara lain sebagai penyaji Prof.Dr. Widjojo Nitisastro tentang “perkembangan dan prospek perekonornian Indonesia”, Prof.Dr. Sukadji Ranuwihardjo tentang “perkembangan dan pengembangan pengajaran ilmu ekonorni”, Prof.Dr. Suhadi Mangkusuwondo tentang” perkembangan dan pengembangan ilmu ekonomi” serta Wisber Loeis dengan topik “perkembangan dan  prospek ASEAN”

Acara pembukaan kongres dihadiri anggota senior ISEI, antara lain Mentri Perencanaan Pembangunan I Ketua Bappenas Pro.Dr. J.B. So marlin, Meneg KLH Emil Salim, Menteri Keuangan, Radius Prawiro, Menteri Perdagangan, Rachmat Saleh dan Menteri Pertambangan dan Energi, Soebroto. (LS)

 

 

Sumber: ANTARA (07/09/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 529-530.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: