Feb 132018
 

PERTUKARAN KUNJUNGAN WARTAWAN ASEAN PERLU DITINGKATKAN

 

 

Jakarta, Antara

Dirjen Pembinaan Pers dan Grafika Deppen Dr. Janner Sinaga mengharapkan agar pertukaran kunjungan wartawan antar negara anggota ASEAN perlu ditingkatkan.

Kerjasama negara anggota ASEAN, khususnya di bidang pers baik bidang media cetak maupun elektronika sangat penting untuk peningkatan pertukaran kunjungan wartawan tersebut, kata Dirjen ketika menerima lima orang wartawan ASEAN di Deppen, Selasa.

Ia menjelaskan sistem pers di Indonesia yaitu Pers Pancasila dan perkembangannya, serta menjelaskan hasil-hasil konperensi Menteri Penerangan ASEAN yang diselenggarakan bulan Mei lalu di Jakarta, termasuk masalah kerjasama di bidang pers antar negara anggota ASEAN.

Kerjasama itu penting untuk memperkokoh ASEAN serta untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat ASEAN tentang proses dan kemajuan pembangunan di negara-negara anggota ASEAN, katanya.

Ia mengharapkan kelima wartawan tersebut dapat menulis melalui media mereka masing-masing tentang pelaksanaan pembangunan dan berbagai perkembangan yang dilihat di Indonesia.

Para wartawan ASEAN tersebut menyatakan tertarik dengan sistem Pers Pancasila yang dikembangkan di Indonesia, juga falsafat Pancasila itu sendiri, bahkan mereka dapat belajar banyak dari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan sistem persnya.

Mereka berada di Indonesia selama lima hari (14-19 Agustus 1989) atas undangan Deppen. Selama di Indonesia, mereka akan menyaksikan upacara peringatan HUT RI ke-44 di Istana Merdeka, mengunjungi LKBN ANTARA, harian Kompas dan Suara Pembaruan serta menghadiri pidato Kenegaraan Presiden Soeharto di gedung DPR/MPR Senayan Jakarta.

Deppen selama ini sudah mengundang 12 wartawan Filipina untuk mengunjungi industri-industri strategis di Indonesia yang bekerjasama dengan BPPT selama dua minggu. Selain itu juga 10 orang wartawan Malaysia untuk mengunjungi industri yang sama.

Tulisan dan pemberitaan mereka itu umumnya positif tentang pesatnya kemajuan pembangunan di Indonesia, ujar Dirjen PPG Kelima wartawan itu, Antonio C. Abaya dari Filipina, Achmad Osman dari Singapura, Warunne Wessadha dari Thailand, Awang Timbang bin Abubakar dari Brunei Darusalam dan Kamaludin dari Malaysia.

 

 

Sumber : ANTARA (15/08/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 675-676.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: