Sep 292017
 

PERLU PENINGKATAN INFORMASI BIDANG EKONOMI & PERDAGANGAN

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto mengharapkan agar dilakukan peningkatan informasi di bidang ekonomi dan perdagangan untuk mendukung terobosan baru menaikkan ekspor nonmigas.

Harapan Kepala Negara ini disampaikan kepada Menteri Penerangan, Harmoko, Rabu di Jalan Cendana, setelah ia melaporkan hasil kunjungannya ke Uni Soviet baru-baru ini.

Menpen mengemukakan, kunjungan ke Uni Soviet dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama di bidang penerangan yang menyangkut masalah ekonomi dan perdagangan antara kedua negara. “Usaha mengembangkan kerjasama di bidang informasi itu merupakan suatu peningkatan dan hal itu akan tergantung pada saluran diplomatik antara kedua negara,” katanya.

Pengembangan informasi di bidang ekonomi dan perdagangan dapat dilakukan melalui media massa baik media elektronik maupun media cetak. Salah satu hasil kunjungan Menpen ke Uni Soviet 7-13 September lalu ialah kesepakatan antara Indonesia Uni Soviet tentang kerjasama di bidang penerangan khususnya pertukaran bahan siaran radio dan televisi dalam lingkup ekonomi dan perdagangan.

Menpen menjamin, pengembangan peningkatan hubungan penerangan dengan Uni Soviet itu tidak akan membuat komunis bisa kembali ke Indonesia, sebab kerjasama itu dilandasi oleh saling pengertian dan penghormatan terhadap tata nilai serta sistem masing-masing negara. “Penyiaran kerjasama penerangan itu dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan siaran radio serta televisi, yang penyiarannya diserahkan sepenuhnya kepada kebijakan masing-masing negara,”kata Harmoko.

Kepada Presiden juga dilaporkan rencana Konperensi Redaktur ASEAN ketiga yang akan diselenggarakan di Bali pada 27-29 Oktober mendatang. Konperensi itu akan membahas berbagai usaha pemantapan dan penggalangan kerjasama pertukaran informasi serta komunikasi antara negara-negara ASEAN.

Sumber: SUARA KARYA (24/09/1987)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 542

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

%d blogger menyukai ini: